Artikel Ilmiah : A1A021079 a.n. TEGIA NABHAN SYAFIQ
| NIM | A1A021079 |
|---|---|
| Namamhs | TEGIA NABHAN SYAFIQ |
| Judul Artikel | ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS PROTANI DENGAN NON PROTANI PADA KELOMPOK TANI TIRTO MARGO MULYO, DESA BOJANEGARA, KECAMATAN PADAMARA, KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kelompok Tani Tirto Margo Mulyo merupakan salah satu kelompok tani yang berada di Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Kelompok tani tersebut menjadi salah satu kelompok yang melakukan budidaya Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Inpago Protani Unsoed. VUB ini dikembangkan oleh tim Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman melalui persilangan varietas G39 dan Ciherang, dengan keunggulan kandungan protein lebih tinggi, ketahanan terhadap penyakit blas, dan tanaman pendek yang tahan rebah. Produktivitas padi Protani rata-rata 6 ton/ha, lebih tinggi dibanding varietas non Protani sebesar 5 ton/ha, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan bertujuan untuk menegetahui budidaya padi Protani dan mengetahui apakah adanya perbedaan pendapatan yang signifikan anatara varietas Penelitian menggunakan metode survei, wawacara secara langsung kepada petani untuk mengumpulkan data petani yang mengusahakan padi varietas Protani dan Non Protani. Lokasi penelitian dipilih secara purposive berdasarkan kriteria petani yang menanam kedua varietas tersebut, dengan sampel sebanyak 46 petani. Variabel yang diukur meliputi biaya tetap, biaya variabel, biaya tenaga kerja, biaya total, jumlah produksi, harga jual produk, penerimaan, serta pendapatan usahatani untuk kedua varietas, dan dikategorikan berdasarkan status petani pemilik lahan dan petani penggarap. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik petani dan pola budidaya protani dan analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung dan membandingkan pendapatan usahatani padi varietas Protani dan Non Protani. Perhitungan meliputi analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani. Untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara kedua varietas padi, digunakan Uji Independent Sample T-test. Kelompok Tani Tirto Margo Mulyo mayoritas petani kecil hingga menengah, berusia lanjut, berpendidikan dasar, dan telah berpengalaman dalam usahatani selama 21–40 tahun. Mayoritas lahan milik sendiri dan menggantungkan hidup sepenuhnya dari sektor pertanian. Budidaya padi varietas Inpago Unsoed Protani dan varietas Non Protani dilakukan dengan tahapan dan teknik yang serupa, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen. Perbedaan utama terletak pada jenis benih yang digunakan. Varietas Protani memberikan perbedaan signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani pada kategori petani sebagai pemilik lahan. Petani penggarap tidak terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan usahatani varietas Protani dengan Non Protani |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Tirto Margo Mulyo Farmers’ Group is one of the farmer groups located in Bojanegara Village, Padamara Sub-district, Purbalingga Regency. This group is among those cultivating the New Superior Variety (Varietas Unggul Baru, VUB) of rice, Inpago Protani Unsoed. This VUB was developed by the Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman through the crossbreeding of the G39 and Ciherang varieties. It possesses advantages such as higher protein content, resistance to blast disease, and a shorter plant height, making it more resistant to lodging. The average productivity of Protani rice reaches 6 tons/ha, which is higher than the non-Protani variety at 5 tons/ha, thereby offering the potential to increase farmers’ income.This research aimed to investigate the cultivation practices of Protani rice and to determine whether there is a significant difference in income between Protani and non-Protani rice varieties within the Tirto Margo Mulyo Farmers’ Group. The study employed a survey method, involving direct interviews with farmers cultivating Protani and non-Protani rice varieties. The research location was purposively selected based on the criterion that farmers cultivated both varieties, with a sample size of 46 farmers. The variables measured included fixed costs, variable costs, labor costs, total costs, production volume, selling price, revenue, and farming income for both varieties, categorized by the status of farmers as landowners and tenant farmers. Descriptive qualitative analysis was used to describe the characteristics of the farmers and the cultivation patterns of Protani rice, while quantitative analysis was applied to calculate and compare the farming income between Protani and non-Protani rice varieties. The calculations included cost analysis, revenue analysis, and income analysis. To determine income differences between the two varieties, an Independent Sample T-test was performed. The Tirto Margo Mulyo Farmers’ Group consists mostly of small to medium scale farmers, predominantly elderly, with primary education backgrounds, and farming experience ranging from 21 to 40 years. Most farmers own their land and rely entirely on agriculture for their livelihoods. The cultivation of Inpago Unsoed Protani and non-Protani varieties follows similar stages and techniques, from land preparation, planting, and maintenance to harvesting and post-harvest handling. The main difference lies in the type of seed used. The Protani variety showed a significant positive effect on farmers’ income for landowners. However, among tenant farmers, no significant difference was found in farming income between the Protani and non-Protani varieties. |
| Kata kunci | usahatani, komparasi, pendapatan |
| Pembimbing 1 | Indah Widyarini, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Lutfi Zulkifli, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 79 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 14:41:55.724053 |