Artikel Ilmiah : F1B020029 a.n. ARIFAH NOVA ARMAYANTI
| NIM | F1B020029 |
|---|---|
| Namamhs | ARIFAH NOVA ARMAYANTI |
| Judul Artikel | Analisis Collaborative Governance Berbasis Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Jetis Cilacap |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi pembangunan berbasis potensi lokal yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam praktiknya, pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan secara parsial, namun membutuhkan keterlibatan berbagai aktor secara kolaboratif. Desa Wisata Jetis Cilacap menjadi salah satu contoh desa yang sedang berupaya mengembangkan sektor pariwisatanya melalui kolaborasi berbagai pihak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran aktor Pentahelix serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan desa wisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, obserbasi, dan dokumentasi. Aktor Pentahelix berperan saling melengkapi, baik dari pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan fasilitator, masyarakat sebagai pelaku langsung kegiatan wisata, akademisi sebagai pemberi masukan ilmiah dan pelatihan, pelaku bisnis sebagai penyokong finansial dan promosi desa wisata, serta media massa sebagai sarana publikasi dan penyebaran informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa collaborative governance berbasis Pentahelix dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan desa wisata apabila didukung oleh partisipasi yang inklusif, kepemimpinan fasilitas, serta komunikasi yang terbuka antar aktor. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi desa wisata lainya yang tengan mengembangkan potensi lokalnya melalui pendekatan kolaboratif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The development of tourism villages has become one of the key strategies in promoting community-based development and strengthening local economic potential. This effort requires collaborative involvement from various actors, not isolated initiatives. The collaborative governance model based on the Pentahelix approach provides a framework for cooperation among government, society, academics, business actors, and the media mass. Jetis Tourism Village in Cilacap Regency is one of the villages striving to enhance its tourism sector through multi-actor collaboration. This research was conducted to analyze the roles of each Pentahelix actor and identify the supporting and inhibiting factors in the development process. This study employs a descriptive qualitative method, using interviews, observations, and documentation. The five actors in the Pentahelix model were found to have complementary roles: the government acts as the policymaker and facilitator; the community engages directly in tourism activities; academics contribute through research and training; business actors support funding and promotion; and the media plays a role in publicity and enhancing the image of the destination. The results show that strong synergy among actors, supportive government policies, and the village’s natural and cultural potential are the main supporting factors. Meanwhile, the challenges include conflicting interests, limited resources, and a lack of coordination and communication among the stakeholders. |
| Kata kunci | Collaborative Governance, Pentahelix, Pengembangan Desa Wisata |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ali Rohman, M.Si |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Muslih Faozanudin, M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 14:29:11.014195 |