Artikel Ilmiah : B1A021119 a.n. MUCHAMMAD ICHZA BAIHAQI
| NIM | B1A021119 |
|---|---|
| Namamhs | MUCHAMMAD ICHZA BAIHAQI |
| Judul Artikel | Upaya Memacu Pembentukan Plantlet Aglaonema sp. cv. Ruby dengan Penambahan NAA dan BAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Aglaonema sp. cv. Ruby merupakan salah satu jenis Aglaonema yang diminati masyarakat karena memiliki warna daun yang menarik, bercorak merah pucat dengan semburat hijau. Perbanyakan Aglaonema dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif, namun kedua cara tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Perbanyakan Aglaonema secara in vitro menjadi salah satu solusi untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak secara cepat dan bebas patogen. Induksi perakaran Aglaonema untuk membentuk plantlet merupakan tahapan yang penting dalam kultur in vitro. Proses tersebut dapat diinduksi dengan menggunakan auksin dan sitokinin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mempelajari pengaruh 1-Naphtaleneacetic Acid (NAA) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) pada pembentukan plantlet Aglaonema sp. cv. Ruby dalam kultur in vitro; 2) menentukan konsentrasi NAA dan BAP terbaik pada pembentukan plantlet Aglaonema sp. cv. Ruby dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial dua faktor. Faktor yang dicobakan adalah NAA dengan 4 taraf konsentrasi (0; 1; 3; dan 5 µM) dan BAP dengan 4 taraf konsentrasi (0; 10; 20; dan 30 µM). Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah konsentrasi NAA dan BAP dengan variabel terikat berupa pembentukan plantlet Aglaonema sp. cv. Ruby. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar, dan tinggi tunas. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pembentukan plantlet Aglaonema sp. cv. Ruby dalam kultur in vitro, interaksi antara NAA dan BAP hanya berpengaruh nyata pada parameter jumlah akar. Sementara faktor mandiri NAA berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tunas. Konsentrasi 5 µM NAA tanpa BAP merupakan konsentrasi terbaik untuk memacu perakaran Aglaonema sp. cv. Ruby dalam kultur in vitro. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Aglaonema sp. cv. Ruby is one of the most popular Aglaonema varieties, attracting public attention due to its attractive leaf color with pale red and green streaks. Propagation of Aglaonema can be done both vegetatively and through seeds. However, these methods are not sufficient to meet the growing market demand. In vitro propagation of Aglaonema offers a viable solution for quickly producing large numbers of disease-free seedlings. Root induction, a crucial step in in vitro culture to develop plantlets, can be stimulated using auxin and cytokinin. Therefore, this study aims to: 1) investigate the effect of 1-Naphthaleneacetic Acid (NAA) and 6-Benzylaminopurine (BAP) on Aglaonema sp. cv. Ruby plantlet formation in vitro; 2) identify the optimal concentrations of NAA and BAP for promoting plantlet development in vitro. This study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) with a two-factor factorial treatment pattern. The factors tested were NAA at four concentration levels (0, 1, 3, and 5 µM) and BAP at four concentration levels (0, 10, 20, and 30 µM). Each treatment combination was repeated three times, leading to 48 experimental units. The independent variables were NAA and BAP concentrations, while the dependent variable observed was the plantlet formation of Aglaonema sp. cv. Ruby. The parameters measured included the number of shoots, leaves, and roots, as well as shoot height. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5% and 1% significance levels, followed by Duncan's multiple range test at the 5% significance level. The results indicated that the interaction between NAA and BAP only affected the number of roots; meanwhile, the NAA factor alone controlled the shoot height. The addition of 5 µM NAA without BAP produced the best rooting of Aglaonema sp. cv. Ruby in vitro. |
| Kata kunci | Aglaonema sp. cv. Ruby, akar, BAP, NAA, plantlet. |
| Pembimbing 1 | Sugiyono, Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Sri Lestari, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 42 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 14:07:58.707162 |