Artikel Ilmiah : A1A021047 a.n. DIVA SANIA NAMIRA
| NIM | A1A021047 |
|---|---|
| Namamhs | DIVA SANIA NAMIRA |
| Judul Artikel | Analisis Faktor-Faktor Sosial dan Ekonomi yang Memengaruhi Permintaan Kedelai Impor Pada Perajin Tempe di Kelurahana Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kedelai merupakan komoditas pertanian yang memiliki permintaan yang tinggi sedangkan produksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan tersebut, sehingga Indonesia masih harus bergantung pada pasokan kedelai dari luar negeri. Kelurahan Kuripan Kertoharjo memiliki julukan “Kampung Tempe” karena banyak masyarakatnya bermata pencaharian sebagai perajin tempe yang menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku. Hal ini dapat menjadi ancaman yang cukup serius karena akan membuat impor berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik perajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, (2) menganalisis pengaruh faktor-faktor sosial dan ekonomi terhadap permintaan kedelai impor pada perajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, (3) mengukur tingkat elastisitas permintaan kedelai impor pada perajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan pada tanggal 21 April-20 Mei 2025 dengan objek penelitian permintaan kedelai impor pada perajin tempe. Metode penelitian yang digunakan metode survei dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu dengan simple random sampling sebanyak 43 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo mayoritas berjenis kelamin laki-laki, tergolong usia produktif, berpendidikan SMP, pengalaman usaha 21-39 tahun, penggunaan kedelai 751 1.449 kg/bulan, frekuensi pembelian 21-30 kali/bulan dengan rata-rata pendapatan usaha bersih Rp6.334.894 per bulan. Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kedelai impor pada perajin tempe adalah harga kedelai impor dan pendapatan bersih. Sedangkan harga kedelai lokal, frekuensi pembelian kedelai impor, kualitas kedelai, pengalaman usaha, dan umur perajin tidak memengaruhi permintaan kedelai impor pada perajin tempe. Elastisitas permintaan harga kedelai impor bersifat elastis dan elastisitas silang menunjukkan kedelai lokal merupakan barang pelengkap kedelai impor. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Soybeans are an agricultural commodity with high demand, however soybean production is unable to meet that demand, so it still relies on soybean supplies from abroad. The Kuripan Kertoharjo subdistrict is known as “Kampung Tempe” (Tempe Village) because many of its residents earn their living as tempeh makers who use imported soybeans as raw materials. This could be a serious threat because it would make imports sustainable. This study aims to (1) identify the characteristics of tempeh makers in the Kuripan Kertoharjo subdistrict, (2) analyze the influence of social and economic factors on the demand for imported soybeans among tempeh makers in the Kuripan Kertoharjo subdistrict, and (3) measuring the level of elasticity of demand for imported soybeans among tempeh makers in the Kuripan Kertoharjo subdistrict. The study was conducted in Kuripan Kertoharjo Village, Pekalongan Selatan Subdistrict, Pekalongan City, from April 21st to May 20th, 2025, with the objective of researching the demand for imported soybeans among tempeh makers. The research method used was a survey method employing with a probability sampling technique, specifically simple random sampling of 43 respondents. The data analysis methods used were descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and demand elasticity analysis. The results of the study showed that the characteristics of tempeh producers in Kuripan Kertoharjo Village were predominantly male, of productive age, with a junior high school education, 21–39 years of business experience, 751-1.449 kg/month of soybeans usage, purchase frequency of 21-30 times/month with an average net business income of IDR6.334.894 per month. The factors affecting the demand for imported soybeans among tempeh producers in Kuripan Kertoharjo Village are the price of imported soybeans and net income. Meanwhile, local soybean prices, frequency of imported soybean purchases, soybean quality, business experience, and the age of tempeh producers did not affect the demand for imported soybeans among tempeh makers. The price elasticity of demand for imported soybeans is elastic, and cross-elasticity indicates that local soybeans are complementary goods to imported soybeans. |
| Kata kunci | Permintaan, kedelai impor, perajin tempe |
| Pembimbing 1 | Dr. Altri Mulyani, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Malinda Aptika Rahmah S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | Dr. rer. Agr. Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc. Agr. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 86 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 14:00:58.156152 |