| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan legum penting dan sumber protein nabati setelah kacang tanah dan kedelai. Pemenuhan nutrisi melalui pemupukan menjadi faktor kunci untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati terhadap karakter morfologi dan hasil kacang hujau (Vigna radiata), serta pengurangan dosis NPK sintetik, 2) Mengetahui pengaruh aplikasi pupuk NPK sintetik terhadap karakter morfologi dan hasil kacang hijau (Vigna radiata), dan 3) Mengetahui interaksi antara pupuk hayati dan pupuk NPK sintetik terhadap karakter morfologi dan hasil kacang hijau (Vigna radiata). Penelitian dilaksanakan di screenhouse dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dua faktor, masing-masing diulang tiga kali, faktor terdiri dari konsentrasi pupuk hayati (0, 50, dan 100 ml/L) dan dosis NPK (0%, 50%, dan 100%), masing-masing diulang tiga kali. Variabel morfologi yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, dan jumlah cabang, sedangkan variabel hasil meliputi jumlah polong, jumlah biji per polong, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, dan jumlah bintil akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati 100 ml/L meningkatkan jumlah daun (3,37 helai), bunga (1,96), cabang (4,09), dan rata-rata biji per polong (6,38). Pupuk NPK 100% meningkatkan jumlah daun (3,45), cabang (4,37), dan biji per polong (6,58). Kombinasi pupuk hayati 100 ml/L + NPK 50% menghasilkan jumlah daun (3,53), waktu berbunga (37,16 HST), bunga (2,22), dan cabang (4,61). Meskipun tidak berbeda nyata pada variabel hasil, kombinasi tersebut mampu menghasilkan produktivitas setara dengan NPK penuh, sehingga berpotensi mengurangi penggunaan pupuk sintetik. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi pupuk hayati mendukung pertumbuhan stabil, menjaga hasil, dan mendorong sistem budidaya kacang hijau yang lebih efisien serta ramah lingkungan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Mung bean (Vigna radiata L.) is an important legume crop and a valuable source of plant-based protein after groundnut and soybean. Proper nutrient management through fertilization is essential to improve growth and yield. The objectives of this study are: 1) To determine the effect of biological fertilizer application on the morphological characteristics and yield of green beans (Vigna radiata), as well as the reduction in synthetic NPK fertilizer dosage, 2) To determine the effect of synthetic NPK fertilizer application on the morphological characteristics and yield of green beans (Vigna radiata), and 3) To determine the interaction between organic fertilizer and synthetic NPK fertilizer on the morphological characteristics and yield of green beans (Vigna radiata). The experiment was conducted in a screenhouse using a Randomized Complete Block Design with two factors and three replications. The factors: biofertilizer concentration (0, 50, and 100 ml/L) and NPK dosage (0%, 50%, and 100%). Morphological variables observed included plant height, leaf number, flowering time, flower number, and branch number, while yield variables included pod number, seeds per pod, seed weight per plant, 100-seed weight, and root nodules. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (α = 5%). Results showed that 100 ml/L biofertilizer significantly increased leaf number (3.37), flower number (1.96), branch number (4.09), and average seeds per pod (6.38). Full NPK dosage (100%) significantly increased leaf number (3.45), branch number (4.37), and seeds per pod (6.58). The combination of 100 ml/L biofertilizer with 50% NPK enhanced leaf number (3.53), flowering time (37.16 days), flower number (2.22), and branch number (4.61). Although yield components were not significantly different, this combination produced yields comparable to full NPK, indicating potential to reduce synthetic fertilizer use. The findings suggest that biofertilizer integration can stabilize plant growth, maintain productivity, and support more sustainable mung bean cultivation. |