| NIM | J1C020010 |
| Namamhs | DWI INDAH RETNO UTARI |
| Judul Artikel | Maskulinitas Karakter Sagiri dalam Manga Jigokuraku |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis proses rekonstruksi maskulinitas karakter Sagiri dalam manga Jigokuraku karya Yuji Kaku melalui perspektif maskulinitas hegemonik Connell dan nilai-nilai bushido Inazo Nitobe. Data penelitian berupa potongan dialog dan adegan-adegan dari manga Jigokuraku volume 1, 2, 5, dan 13, yang diperoleh melalui teknik observasi dan kajian pustaka, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan konsep maskulinitas hegemonik Connel (2005) dan nilai-nilai bushido Inazo Nitobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Sagiri merekonstruksi bentuk maskulinitasnya melalui proses internalisasi nilai-nilai bushido serta negosiasi terhadap konsep maskulinitas hegemonik Connell (2005) yang umumnya identik dengan kekerasan dan dominasi, menjadi maskulinitas alternatif yang menekankan integritas moral, empati, dan keberanian. Dengan demikian, meskipun Sagiri seorang wanita, ia tetap dapat merepresentasikan bentuk maskulinitas alternatif yang lebih cair dan reflektif sehingga memperoleh legitimasi sosial dan budaya, serta membuka ruang bagi wanita untuk menjadi subjek aktif dalam struktur gender yang dominan, melalui strategi rekonstruksi nilai-nilai tradisional. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is a descriptive qualitative study that aims to analyze the process of reconstructing masculinity in the character Sagiri from Yuji Kaku’s manga Jigokuraku through the perspective of Connell’s hegemonic masculinity and Inazo Nitobe’s Bushido values. The research data consist of dialogues and scenes from volumes 1, 2, 5, and 13 of Jigokuraku, obtained through observation and literature review, and analyzed using a descriptive qualitative approach based on Connell’s (2005) concept of hegemonic masculinity and Nitobe’s Bushido values. The results show that Sagiri reconstructs her form of masculinity through the internalization of Bushido values and negotiation with Connell’s (2005) concept of hegemonic masculinity, which is generally associated with violence and domination, into an alternative masculinity that emphasizes moral integrity, empathy, and courage. Thus, although Sagiri is a woman, she can represent an alternative form of masculinity that is more fluid and reflective, thereby gaining social and cultural legitimacy while opening space for women to become active subjects within dominant gender structures through the strategy of reconstructing traditional values. |
| Kata kunci | bushido, gender, manga, maskulinitas hegemonik, maskulinitas wanita |
| Pembimbing 1 | Diana Puspitasari,S.S., M.A. |
| Pembimbing 2 | Idah Hamidah, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 12:01:58.685672 |
|---|