| NIM | F2B021009 |
| Namamhs | NOVITA SARI |
| Judul Artikel | Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Peningkatan jumlah desa wisata di Indonesia dari 1.302 pada 2014 menjadi 4.719 pada 2023 menunjukkan perkembangan signifikan pariwisata berbasis masyarakat. Namun, hanya 284 desa berstatus maju dan 23 berstatus mandiri, mengindikasikan masih terbatasnya desa wisata yang berhasil naik klasifikasi. Desa Cikakak merupakan desa pertama di Kabupaten Banyumas berdasarkan Keputusan Bupati Banyumas Nomor /556/166/Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Cikakak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sepuluh informan purposif dari unsur pengelola desa wisata, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan dinas terkait, serta didukung dokumentasi. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan delapan strategi pemberdayaan berhasil membawa Desa Cikakak meraih status desa wisata maju. Namun, strategi tersebut belum mampu membangun mekanisme jangka panjang yang menjamin kemandirian, memperluas partisipasi masyarakat secara merata, serta memastikan keberlanjutan dalam pengelolaan desa wisata. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The increase in the number of tourist villages in Indonesia from 1,302 in 2014 to 4,719 in 2023 demonstrates the significant development of community-based tourism. However, only 284 villages are classified as advanced and 23 as independent, indicating the limited success of villages in achieving higher classifications. Cikakak Village is the first in Banyumas Regency to be designated as an advanced tourist village under Banyumas Regent Decree No. /556/166/2020. This study aims to analyze community empowerment strategies in the development of Cikakak Village. A qualitative method with a case study approach was employed. Primary data were obtained through in-depth interviews and participatory observation with ten purposively selected informants, including tourism managers, village government officials, community leaders, traditional leaders, and related agencies, supported by documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal eight empowerment strategies that enabled Cikakak Village to achieve advanced status, yet they remain insufficient to establish long-term mechanisms that ensure independence, equitable community participation, and sustainable village tourism management. |
| Kata kunci | Strategi pemberdayaan, desa wisata, kearifan lokal |
| Pembimbing 1 | Dr. Ignatius Suksmadi Sutoyo, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Arizal Mutahir, M.A. |
| Pembimbing 3 | Dr. Sulyana Dadan, M.A., Dr. Mintarti, M.Si. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2025-08-20 11:37:30.752432 |
|---|