Artikel Ilmiah : F1G009006 a.n. AYU DWI PUTRI ANGGRAENI

Kembali Update Delete

NIMF1G009006
NamamhsAYU DWI PUTRI ANGGRAENI
Judul ArtikelPOTRET KETIDAKADILAN JENDER DALAM NOVEL TEA FOR TWO
KARYA CLARA NG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Skripsi ini berjudul “Potret Ketidakadilan Jender dalam Novel Tea For Two karya Clara Ng”. Rumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah struktur intrinsik novel yang meliputi tokoh dan penokohan serta latar yang terdapat dalam novel Tea For Two karya Clara Ng? (2) Bagaimanakah potret ketidakadilan jender dalam novel Tea For Two karya Clara Ng? Skripsi ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur novel yang meliputi tokoh dan penokohan serta latar yang terdapat dalam novel Tea For Two karya Clara Ng. (2) mendeskripsikan potret ketidakadilan jender dalam novel Tea For Two karya Clara Ng.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analisis, dengan fokus penelitian yang ditekankan pada potret ketidakadilan jender dalam novel Tea For Two karya Clara Ng. Teknik dalam penelitian ini ada dua tahap, yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara (1) Menentukan objek penelitian, yaitu novel Tea For Two karya Clara Ng. (2) Membaca berulang-ulang isi novel yang akan diteliti supaya dapat memahami novel dengan baik. (3) Membaca sumber data tambahan yang sesuai dengan rumusan masalah sebagai referensi. (4) Membaca bagian-bagian penting novel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teori yang berkaitan dengan rumusan masalah, dan menyimpulkan data yang sudah diperoleh.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakadilan jender menjadi masalah sensorik yang diungkapkan pengarang melalui tokoh dan peristiwa yang diceritakan. Unsur intrinsik yang mewakili dalam novel ini meliputi tokoh penokohan, yang tokoh utamanya adalah Sassy yang digambarkan sebagai perempuan yang mandiri, cerdas, cantik, dewasa. Latar meliputi latar tempat dan latar waktu. Latar tempat yang lebih dominan meliputi Bali, Paris, Restoran, Café, Rumah sakit. Sedangkan latar waktu yang terjadi adalah pagi, sore dan malam.
Potret Ketidakadilan jender yang terdapat dalam novel ini ada dua yaitu kekerasan yang dialami oleh perempuan dan stereotipe yang terjadi pada perempuan. Presepsi perempuan dimata laki-laki bahwa seorang perempuan harus tunduk dengan apa yang dikatakan laki-laki, jikalau perempuan tidak melakukan hal tersebut, laki-laki bisa berbuat dengan sekehendak hatinya. Hal ini terjadi karena masih terpengaruh oleh budaya patriarkhi, yang menganggap laki-laki lebih tinggi kedudukannya dari perempuan.


Abtrak (Bhs. Inggris)This thesis is entitled “Potret Ketidakadilan Jender dalam Novel Tea for Two karya Clara Ng.” The problem formulations are 1) How are the novel intrinsic structure, namely the characters and the characterization, and the setting in the novel? and 2) How is the gender injustice described in the novel? Thus, this research is aimed at 1) describing the novel intrinsic structure, namely the characters and the characterization, and the setting in the novel; and 2) describing the gender injustices in the novel.
This is a descriptive analysis research focusing on the gender injustices in the novel “Tea for Two” by Clara Ng. The data were collected by 1) determining the research object i.e. the novel “Tea for Two” by Clara Ng; 2) reading it several times to be able to understand the story; 3) finding and reading other supporting references; and 4) finding the important parts of the novel. Furthermore, the data were analyzed by referring to the suficient theories and then it was concluded.
The results show that gender injustice become sensorial problems depicted by the characters and the setting. The intrinsic element in the novel is the characterization that is represented by the main character, Sassy. She is described as a mature independent woman that is also beautiful and smart. The other element is setting that consists of setting of time and place. The events in the story happen in the morning, the afternoon, and the evening; whereas the locations are in Bali, Paris, a restaurant, a café, and a hospital.
Moreover, the novel portrays the gender injustice that is the violence against women and the stereotype of women. To men’s perception women must be obedient to what men say; and if not, men may be impulsive. This happens because of the patriarchal society that gives power and importance only to men.
Kata kunciKetidakadilan Jender, Kekerasan dalam rumah tangga, Stereotipe.
Pembimbing 1Wiekandini Dyah Pandanwangi, S.S, M. Hum
Pembimbing 2Dra. Sri Nani Hari Yanti, M. Hum
Pembimbing 3Dra. Hj. Roch Widjatini, M. Si
Tahun2013
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.