Artikel Ilmiah : F2B022010 a.n. MUHAMMAD IHSAN AULIA RAHMAN

Kembali Update Delete

NIMF2B022010
NamamhsMUHAMMAD IHSAN AULIA RAHMAN
Judul ArtikelTradisi dan Teknologi: Adaptasi Resiprositas Sosial dalam Undangan Digital
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif generasi Z dalam memaknai resiprositas pada tradisi kondangan Kuningan di era digital. Fenomena ini penting dikaji sejak kemunculan undangan digital yang merubah pola-pola konvensional di tradisi kondangan Kuningan. Hal tersebut menjadi dinamika tersendiri dalam menjalankan hubungan resiprositas generasi Z. Teori yang digunakan dalam menganalisis hasil penelitian adalah teori pemberian yang diprakarsai Marcel Mauss. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melaui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Proses dimulai dengan satu informan kunci yang kemudian merekomendasikan informan lain, sehingga terbentuk jaringan responden secara bertahap. Fokus utama seleksi informan adalah individu dari Generasi Z yang telah terlibat langsung dalam praktik resiprositas pada tradisi kondangan, dengan kriteria telah memiliki pengalaman sebagai pemberi maupun penerima. Dari sepuluh individu yang diwawancarai, hanya empat informan yang memenuhi kriteria selektif, yakni kesesuaian usia, pengalaman empirik, serta pemahaman terhadap konteks tradisi yang diteliti. Teknik analisis data dengan menggunakan skema analisis Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukan bahwa undangan digital semakin masif khususnya di kalangan generasi Z. Timbulnya undangan digital merubah pola resiprositas pada tradisi kondangan Kuningan jadi lebih bersifat investasi dan transaksional.
Kata Kunci: Resiprositas, tradisi kondangan, generasi Z, undangan digital.
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract
This research aims to analyze the perspective of generation Z in interpreting reciprocity in the Kuningan kondangan tradition in the digital era. This phenomenon is important to study since the emergence of digital invitations has changed conventional patterns in the Kuningan condangan tradition. It becomes its own dynamics in carrying out generation Z's reciprocity relationship. The theory used in analyzing the research results is the theory of giving initiated by Marcel Mauss. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. The selection of informants in this study used the snowball sampling method. The process starts with one key informant who then recommends other informants, thus forming a network of respondents gradually. The main focus of informant selection is individuals from Generation Z who have been directly involved in the practice of reciprocity in the kondangan tradition, with the criteria of having experience as a giver or receiver. Of the ten individuals interviewed, only four informants met the selective criteria, namely age suitability, empirical experience, and understanding of the context of the tradition under study. The data analysis technique uses the Miles, Huberman, and Saldana analysis scheme. The results showed that digital invitations are increasingly massive, especially among generation Z. The emergence of digital invitations changed the pattern of reciprocity in the Kuningan kondangan tradition to be more investment and transactional.
Keywords: Reciprocity, kondangan tradition, generation Z, digital invitation.
Kata kunciKata Kunci: Resiprositas, tradisi kondangan, generasi Z, undangan digital.
Pembimbing 1Dr. Soetji Lestari, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Ignatius Suksmadi Sutoyo, M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2025-08-18 17:05:21.411456
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.