Artikel Ilmiah : H1C021058 a.n. ADE MUTIA

Kembali Update Delete

NIMH1C021058
NamamhsADE MUTIA
Judul ArtikelPEMODELAN CEKUNGAN DAN KARAKTERISASI BATUAN INDUK FORMASI TALANG AKAR DALAM IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM PETROLEUM LAPANGAN “GAMMA” CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Cekungan Jawa Barat Utara merupakan salah satu area mature yang telah dieksplorasi selama kurang lebih 50 tahun. Selama proses eksplorasi tersebut, terus ditemukan cadangan-cadangan baru yang berproduksi, sehingga saat ini masih terdapat kemungkinan ditemukannya cadangan baru yang belum dieksplorasi. Terdapat beberapa subcekungan yang merupakan bagian dari Cekungan Jawa Barat Utara, salah satunya adalah Subcekungan “X”. Penelitian ini berfokus pada Formasi Talang Akar yang telah terbukti sebagai salah satu formasi penghasil hidrokarbon pada Subcekungan “X” yang dapat berperan menjadi batuan induk, batuan reservoir, sekaligus batuan penutup. Untuk meninjau batuan induk pada daerah penelitian, dilakukan karakterisasi geokimia batuan induk berdasarkan parameter klasifikasi menurut Peters dan Cassa (1994), sedangkan untuk menganalisis elemen serta proses sistem petroleum yang bekerja pada daerah penelitian digunakan metode pemodelan cekungan secara 3D. Berdasarkan hasil karakterisasi batuan induk dengan menggunakan dua puluh data sumur yang terdapat pada daerah penelitian, didapatkan bahwa kuantitas material organik pada Formasi Talang Akar dominan terdapat pada kelas cukup sampai dengan baik, dengan tipe kerogen II/III yang cenderung akan menghasilkan hidrokarbon berupa minyak dan gas, dan kematangan material organik pada kelas belum matang sampai dengan akhir matang, dengan jendela awal matang didapatkan pada kedalaman sekitar 2300 m. Analisis elemen serta proses sistem petroleum dari model 3D yang telah disimulasikan menghasilkan elemen petroleum sistem berupa sourcerock, reservoir, sekaligus seal diperankan oleh Formasi Talang Akar, sedangkan formasi yang berperan sebagai overburden rock merupakan formasi yang terendapkan di atas Formasi Talang Akar source rock yang terdiri atas Formasi Talang Akar reservoir dan seal, Horizon D, Horizon C, Horizon, B, Horizon A, dan Horizon Surface. Proses pembentukan jebakan terjadi pada sembilan belas juta tahun lalu, sedangkan proses generasi mulai terjadi pada empat belas juta tahun lalu. Migrasi mulai terjadi pada tiga juta tahun lalu yang terjadi secara vertikal dan lateral dengan arah cenderung selatan-utara, serta akumulasi hidrokarbon mulai terbentuk pada tiga juta tahun lalu dan masih terpreservasi hingga saat ini.
Abtrak (Bhs. Inggris)The North West Java Basin is one of the mature areas that has been explored for approximately 50 years. Throughout this exploration history, new productive reserves have continuously been discovered, indicating that there is still potential for undiscovered hydrocarbon accumulations. The basin consists of several sub-basins, one of which is Sub-basin “X”. This study focuses on the Talang Akar Formation, which has been proven as one of the hydrocarbon-bearing formations in Sub-basin “X” and is capable of functioning as a source rock, reservoir rock, and seal. To evaluate the source rock, geochemical characterization was conducted using classification parameters defined by Peters and Cassa (1994). Meanwhile, the petroleum system elements and processes were analyzed through 3D basin modeling. Based on the characterization of twenty well data points from the study area, the Talang Akar Formation contains a fair to good quantity of organic matter, with kerogen type II/III, which tends to generate both oil and gas. The thermal maturity of the organic matter ranges from immature to late mature, with the onset of oil generation identified at a depth of approximately 2,300 m. The 3D petroleum system modeling results indicate that the Talang Akar Formation plays multiple roles as source rock, reservoir, and seal, while the overburden rocks consist of the overlying Talang Akar reservoir and seal intervals, as well as Horizon D, Horizon C, Horizon B, Horizon A, and the Surface Horizon. Trap formation occurred around 19 million years ago, followed by the onset of hydrocarbon generation at 14 million years ago. Hydrocarbon migration began approximately 3 million years ago, occurring both vertically and laterally with a predominant south-to-north trend, while hydrocarbon accumulation started around the same time and has been preserved until the present day.
Kata kunciCekungan Jawa Barat Utara, Formasi Talang Akar, geokimia batuan induk, pemodelan cekungan 3D
Pembimbing 1Dr. Ir. Sachrul Iswahyudi, S.T., M.T.
Pembimbing 2Dr. Ir. Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si., IPM.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman30
Tgl. Entri2025-08-15 13:50:45.567689
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.