Artikel Ilmiah : A1D021189 a.n. ROSA AFRIAN MAULINA

Kembali Update Delete

NIMA1D021189
NamamhsROSA AFRIAN MAULINA
Judul ArtikelPERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON TERPAPAR SALINITAS UDARA PADA
JEDA WAKTU DAN VOLUME PEMBILASAN MENGGUNAKAN MEDIA TANAH
PASIR PANTAI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanaman melon merupakan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan
banyak dibudidayakan di Indonesia, namun produktivitasnya sering terkendala oleh
keterbatasan lahan. Lahan pasir pantai berpotensi dikembangkan untuk budidaya, meskipun terdapat kendala utama berupa salinitas. Salah satu solusi untuk mengatasi akumulasi garam akibat salinitas yaitu dapat melalui pembilasan air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jeda waktu pembilasan dan volume pembilasan yang baik terhadap respon fisiologi dan hasil pertumbuhan tanaman melon terpapar salinitas, serta mengetahui interaksi jeda waktu dan volume pembilasan yang memberikan hasil pertumbuhan terbaik pada tanaman melon terpapar salinitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu jeda waktu pembilasan (0 menit, 45 menit, dan 90 menit) dan volume pembilasan (0 mm, 3,5 mm, dan 7 mm). Hasil penelitian menujukkan bahwa jeda waktu pembilasan menurunkan variabel pertumbuhan, fisiologi, hasil tanaman, dan hanya menunjukkan peningkatan pada kadar prolin vegetatif pada jeda waktu 90 menit (14,75 µmol/g). Berdasarkan hasil analisis bahwa volume pembilasan 7 mm meningkatkan kadar klorofil vegetatif (18,86 mg/L), kadar prolin vegetatif (7,36 µmol/g), dan bukaan stomata generatif (5,35 µm). Terdapat interaksi jeda waktu dan pembilasan pada kerapatan stomata generatif dan persentase bunga jadi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Melon is a horticultural crop with high economic value and is widely cultivated in
Indonesia. However, its productivity is often limited by the availability of fertile land. Coastal
sandy soils offer potential for cultivation, despite their main constraint—salinity. One
approach to reduce salt accumulation due to salinity is through water rinsing. This study aimed to determine the optimal rinsing interval and water volume to improve physiological responses and growth performance of melon plants exposed to salinity, as well as to evaluate the interaction effects between these two factors. The experiment employed a Completely Randomized Block Design (RKAL) with two factors: rinsing interval (0, 45, and 90 minutes) and rinsing volume (0 mm, 3.5 mm, and 7 mm). The results showed that delayed rinsing negatively affected physiological and growth parameters, except for an increase in vegetative proline content at the 90-minute interval (14.75 µmol/g). A rinsing volume of 7 mm increased vegetative chlorophyll content (18.86 mg/L), vegetative proline (7.36 µmol/g), and generative stomatal aperture (5.35 µm). A significant interaction between rinsing interval and volume was observed in generative stomatal density and the percentage of flower set.
Kata kuncimelon, salinitas, pasir pantai, pembilasan
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Saparso, M.P.
Pembimbing 2Muhammad Bachtiar Musthafa, S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2025-08-15 10:36:16.080633
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.