Artikel Ilmiah : D1B023009 a.n. WAHYU ABDUL KARIM

Kembali Update Delete

NIMD1B023009
NamamhsWAHYU ABDUL KARIM
Judul ArtikelPENGARUH FORTIFIKASI MINERAL MAGNESIUM DAN SULFUR DALAM PAKAN
DOMBA LOKAL TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN SERAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fortifikasi mineral Magnesium (Mg) dan
Magnesium (Mg) + Sulfur (S) dalam pakan terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba
lokal, dan dilaksanakan pada 16 Mei - 18 September 2024. Materi yang digunakan yaitu 18 ekor domba
lokal jantan berumur 10-12 bulan dengan bobot badan rata-rata 24,2 ± 2,2 kg. Pakan basal yang
diberikan terdiri dari jerami padi amoniasi (JPA) dan konsentrat dengan perbandingan 25% : 75%,
pemberian berdasarkan 4,5% bahan kering (BK) dari bobot badan. Metode yang digunakan adalah
eksperimen in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu arah. Tiga perlakuan diuji, yaitu
P1 = Jerami Padi Amoniasi (JPA) (25%) + konsentrat (75%), P2 = P1 + Mg (0,005%) dari Bobot Badan
(BB) domba, P3 = P2 + S (0,83%) dari Bahan Kering (BK) pakan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6
kali. Variabel yang diukur yaitu konsumsi dan kecernaan serat kasar (SK), data yang diperoleh
kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
fortifikasi mineral Mg dan Mg + S tidak meningkatkan konsumsi serat kasar secara signifikan (P>0,05)
dengan rata-rata konsumsi adalah (P1) 121,42 ± 22,99 g/ekor/hari, (P2) 133,71 ± 15,43 g/ekor/hari,
dan (P3) 147,70 ± 31,96 g/ekor/hari. Fortifikasi mineral Mg dan Mg + S tidak meningkatkan kecernaan
serat kasar secara signifikan (P>0,05) dengan rata-rata kecernaan adalah (P1) 72,59 ± 1,45 %, (P2)
72,05 ± 3,23 %, dan (P3) 64,98 ± 10,57 %. Fortifikasi mineral Magnesium 0,005% dan Sulfur 0,83%
dalam pakan tidak meningkatkan konsumsi dan kecernaan serat kasar (SK) domba lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)The study aims to examine the effect of mineral fortification of Magnesium (Mg) and Magnesium (Mg) + Sulfur (S) in feed on the consumption and digestibility of crude fiber of local sheep feed, and was conducted on May 16 - September 18, 2024. The material used was 18 local male sheep aged 10-12 months with an average body weight of 24.2 ± 2.2 kg. The basal feed provided consisted of ammoniated rice straw (JPA) and concentrate with a ratio of 25% : 75%, given based on 4.5% dry matter (DM) of body weight. The method used was an in vivo experiment with a one-way Completely Randomized Design (CRD). Three treatments were tested, namely P1 = Ammoniated Rice Straw (JPA) (25%) + concentrate (75%), P2 = P1 + Mg (0.005%) from the Body Weight (BB) of sheep, P3 = P2 + S (0.83%) from Dry Matter (DM) of feed. Each treatment was repeated 6 times. The variables measured were consumption and digestibility of crude fiber (CF), the data obtained were then analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results of the study showed that Mg and Mg + S mineral fortification did not
significantly increase crude fiber consumption (P>0.05) with average consumption being (P1) 121.42 ± 22.99 g/head/day, (P2) 133.71 ± 15.43 g/head/day, and (P3) 147.70 ± 31.96 g/head/day. Mg and Mg + S mineral fortification did not significantly increase crude fiber digestibility (P>0.05), with average digestibility of (P1) 72.59 ± 1.45%, (P2) 72.05 ± 3.23%, and (P3) 64.98 ± 10.57%. Magnesium 0,005% and Sulfur 0,83% mineral fortification in feed did not increase crude fiber (CFR) intake and digestibility in local sheep.
Kata kunciKata kunci : Mineral, Sulfur, Serat Kasar, Fortifikasi, Domba, Pakan, Keywords : Minerals, Sulfur, Crude Fiber, Fortification, Sheep, Feed
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Pembimbing 2Prof. Dr. Ir. Munasik, M.P., IPU.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2025-08-14 15:13:54.027359
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.