Artikel Ilmiah : F1A018051 a.n. INTAN KUSUMA WIDYASARI
| NIM | F1A018051 |
|---|---|
| Namamhs | INTAN KUSUMA WIDYASARI |
| Judul Artikel | MAKNA BROMANCE DI KALANGAN NCTzen (FANBASE NCT) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Budaya Korea atau Korean Wave telah menyebar ke Indonesia. Penggemar K-pop di Indonesia didominasi wanita (28,2%) dan kelompok usia 20–25 tahun (40,7%) paling dominan. NCT berada di peringkat kelima dengan jumlah penggemar di Indonesia, sehingga interaksi antar anggota NCT menjadi konsumsi publik. NCTzens—fans NCT—yang tertarik pada interaksi antar anggota NCT selanjutnya sering disebut bromance. Penelitian ini bertujuan mengetahui makna bromance di kalangan NCTzen. Penggunaan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan NCTzen Purwokerto, dianalisis secara interaktif menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi simbolik di dalam pikiran (mind) informan, bromance dipandang sebagai perbedaan budaya, budaya Korea menganggapnya wajar, sementara budaya Indonesia menganggap kontak erat laki-laki secara fisik tabu. Informan berpendapat bahwa interaksi laki-laki lebih menarik daripada interaksi dengan lawan jenis. Bromance dipakai untuk mengekspresikan kasih sayang, dipengaruhi paparan budaya Korea, ikatan sosial seperti persahabatan, saudara, atau keluarga yang menekankan ekspresi emosi, bukan unsur seksual, interaksi simbolik diri (self) melibatkan looking-glass self, yaitu informan menyadari stigma, dan menyesuaikan perilaku, dan dalam masyarakat (society) informan berinteraksi dengan significant others dan reference groups. Maskulinitas industri K-pop mengalami pergeseran. Soft masculinity menantang norma tradisional, memperlihatkan sisi feminim laki-laki, yaitu penggunaan warna cerah dan rangka tubuh ramping,sedangkan hard masculinity ditandai warna gelap dan fisik kuat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Korean culture, or the Korean Wave, has spread to Indonesia. K-pop fans in Indonesia are predominantly women (28.2%) and the 20–25 age group (40.7%) is the most dominant. NCT ranks fifth in the number of fans in Indonesia, so interactions among NCT members have become public consumption. NCTzens—NCT fans—who are interested in interactions among NCT members are often referred to as bromance. This study aims to determine the meaning of bromance among NCTzens. The qualitative method uses data collection through interviews, observations, and documentation from NCTzen informants in Purwokerto, analyzed interactively using Miles and Huberman. The 2 results show symbolic interaction in the minds of informants. Bromance is viewed as a cultural difference; Korean culture considers it normal, while Indonesian culture regards close male physical contact as taboo. Informants argue that male–male interactions are more interesting than interactions with the opposite sex. The mind’s symbolic interaction—bromance—is used to express affection, influenced by exposure to Korean culture, and serves as social bonds such as friendship, brothers, or family that emphasize emotional expression rather than sexuality. The self involves looking-glass self, with informants recognizing stigma and adjusting behavior, and in society, informants interact with significant others and reference groups. The K-pop industry’s masculinity has shifted. Soft masculinity challenges traditional norms, showing the more feminine side of men, using bright colors and a slender physique, while hard masculinity is marked by dark colors and a strong physique. |
| Kata kunci | Bromance, NCTzen, Interaksi Simbolik, Maskulinitas |
| Pembimbing 1 | Masrukin |
| Pembimbing 2 | Rin Rostikawati |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2025-08-14 15:01:48.088199 |