Artikel Ilmiah : F1C021070 a.n. ACHDIYAT FARHAN PAMUNGKAS
| NIM | F1C021070 |
|---|---|
| Namamhs | ACHDIYAT FARHAN PAMUNGKAS |
| Judul Artikel | Dramaturgi Fans JKT48: Negosiasi Identitas dan Dua Panggung Fans Laki-laki (Studi Kasus Fanbase JKT48 Purwokerto) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Menjadi penggemar idol group perempuan seperti JKT48 bukanlah hal yang mudah bagi sebagian laki-laki, khususnya dalam masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai maskulinitas tradisional. Aktivitas sebagai fans sering kali dianggap tidak sesuai dengan citra laki-laki yang kuat, dominan, dan rasional. Hal ini memunculkan dinamika sosial yang kompleks bagi para fans laki-laki, terutama dalam hal bagaimana mereka menampilkan dan menegosiasikan identitasnya di ruang publik dan ruang komunitas. Penelitian ini berfokus pada anggota fanbase JKT48 Purwokerto dan bertujuan untuk mengkaji bagaimana mereka menyikapi tekanan sosial tersebut melalui strategi dramaturgis yang mencerminkan dua panggung kehidupan: panggung depan dan panggung belakang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, melibatkan lima informan laki-laki yang aktif di komunitas JKT48 Purwokerto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan menyembunyikan identitas fandom mereka di ruang publik untuk menyesuaikan diri dengan norma sosial, namun secara terbuka mengekspresikan minat dan identitas mereka dalam ruang komunitas fandom. Proses ini memperlihatkan adanya negosiasi identitas dan redefinisi maskulinitas, di mana mereka mulai menerima bahwa menjadi laki-laki tidak harus selalu tampil maskulin dalam pengertian konvensional. Pendekatan dramaturgi dari Erving Goffman memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana identitas ditampilkan dan disesuaikan tergantung pada konteks sosial yang dihadapi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Being a male fan of a female idol group such as JKT48 is not always easy, especially in a society that upholds traditional norms of masculinity. Fan activities are often perceived as incompatible with the dominant image of men as strong, rational, and socially dominant. This creates a complex social dynamic for male fans, particularly in how they present and negotiate their identities in both public spaces and fan communities. This study focuses on male members of the JKT48 Purwokerto fanbase and aims to analyze how they respond to social pressures through dramaturgical strategies that reflect two life stages: the front stage and the back stage. Using a qualitative approach and a case study method, this research involves five male informants who are actively involved in the fan community. Data were collected through observation and in-depth interviews. The findings reveal that the informants tend to conceal their fan identities in public to align with social expectations, but express their true selves openly within the fan community. This process highlights an ongoing negotiation of identity and a redefinition of masculinity, where being a man also means having the freedom to express emotional and personal interests. Erving Goffman’s dramaturgical approach provides a valuable framework to understand how these individuals perform and adjust their identities based on the social context they are situated in. |
| Kata kunci | Fans JKT48 Maskulinitas Identitas sosial Teori dramaturgi Fanbase Laki-laki |
| Pembimbing 1 | Dr. S. Bekti Istiyanto, S.Sos., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Agus Ganjar Runtiko, S.Sos. |
| Pembimbing 3 | Prof. Dr. Mite Setiansah, S.IP., M.Si. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2025-08-14 14:34:12.199916 |