Artikel Ilmiah : D1A021124 a.n. NADA HAYFA LAMIS

Kembali Update Delete

NIMD1A021124
NamamhsNADA HAYFA LAMIS
Judul ArtikelHubungan antara Manajemen Pemerahan dengan Kejadian Mastitis Subklinis dan Kerusakan Susu pada Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Cilongok dan Pekuncen
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu pada peternakan sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen, serta membandingkan manajemen pemerahan antar kecamatan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu segar sapi perah, kemudian jumlah sampel susu segar yang dibutuhkan berdasarkan rumus slovin, sehingga sampel yang diambil sebanyak 21 peternak di Kecamatan Cilongok, dan 26 peternak di Kecamatan Pekuncen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer berupa hasil uji California Mastitis Test (CMT) untuk mendeteksi mastitis subklinis dan uji alkohol untuk mendeteksi kerusakan susu, serta data sekunder melalui wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di kedua kecamatan. Semakin baik manajemen pemerahan, maka semakin rendah kejadian mastitis subklinis. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu di kedua kecamatan. Manajemen pemerahan berdasarkan uji T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pemerahan yang baik sangat penting untuk menurunkan kejadian mastitis subklinis, meskipun belum berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir susu berdasarkan uji alkohol. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi manajemen pemerahan yang lebih baik bagi peternak.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to determine the relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis and milk spoilage in dairy farms in Cilongok and Pekuncen Districts, as well as to compare milking management between districts. The material used in this study was fresh milk from dairy cows, then the number of fresh milk samples needed was based on the Slovin formula, so that samples were taken from 21 farmers in Cilongok District, and 26 farmers in Pekuncen District. The study was conducted with a quantitative approach using primary data in the form of the California Mastitis Test (CMT) results to detect subclinical mastitis and alcohol tests to detect milk spoilage, as well as secondary data through interviews with farmers using a structured questionnaire. The results showed a significant relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis in both districts. The better the milking management, the lower the incidence of subclinical mastitis. However, there was no significant relationship between milking management and milk spoilage in both districts. Milking management based on the T-test showed no significant difference in the incidence of subclinical mastitis and milk spoilage between Cilongok and Pekuncen Districts. It can be concluded that the implementation of good milking management is very important to reduce the incidence of subclinical mastitis, although it does not directly affect the final milk quality based on the alcohol test. This study is expected to be the basis for developing better milking management strategies for farmers.
Kata kunciManajemen Pemerahan, Mastitis Subklinis, Kerusakan Susu, Sapi Perah.
Pembimbing 1Dr. sc. agr. Ir. Yusuf Subagyo, M.P., IPU.
Pembimbing 2Merryafinola Ifani, S.Pt., M.Pt.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2025-08-14 10:42:56.599925
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.