Artikel Ilmiah : D1A021073 a.n. WILSEN FEBRI TOPANDAS

Kembali Update Delete

NIMD1A021073
NamamhsWILSEN FEBRI TOPANDAS
Judul ArtikelPENGARUH CELUP PUTING IODIN 1% TERHADAP KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS, KENORMALAN SUSU, DAN TOTAL JUMLAH BAKTERI SUSU SEGAR PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh celup puting dengan iodin 1% terhadap kejadian mastitis subklinis, kenormalan susu, dan total jumlah bakteri susu segar. Pengambilan sampel dilakukan di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dan pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus slovin. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji-t berpasangan (paired t-test). Uji Hipotesis diperlukan untuk mengetahui bagaimana variable bebas memberikan pengaruh terhadap variabel terikat menggunakan Beda “t” data berpasangan untuk mengetahui perbedaan nilai mastitis subklinis, kenormalan susu, dan total jumlah bakteri di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Berdasarkan analisis uji t tersebut menunjukan tidak berpengaruh nyata (0,083<0,0,5) antara celup puting dengan kejadian mastitis subklinis, sedangkan nilai uji t menunjukan tidak berpengaruh nyata (0,163>0,05) antara celup puting dengan kenormalan susu dapat disimpulkan bahwa Pencelupan puting (teat dipping) menggunakan iodin 1% mampu menurunkan kejadian mastitis subklinis berdasarkan nilai CMT yang dihasilkan, mampu menurunkan kerusakan susu berdasarkan hasil uji alkohol, meskipun secara statistik tidak signifikan, namun rata-rata kerusakan susu menurun setelah perlakuan celup putting dan mampu menurunkan total jumlah bakteri pada susu segar dengan hasil uji T beperngaruh nyata (0,001>0,05) sesudah adanya pencelupan puting (teat dipping) menggunakan iodin 1%.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to examine the effect of teat dipping with 1% iodine on the incidence of subclinical mastitis, milk normality, and the total number of fresh milk bacteria. Sampling was carried out in Pekuncen District, Banyumas Regency and sample testing was carried out at the Dairy Livestock Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The sampling technique was carried out using purposive sampling and the Slovin formula. Data analysis in this study used a paired t-test. Hypothesis testing is needed to determine how the independent variable influences the dependent variable using the "t" difference of paired data to determine the difference in subclinical mastitis values, milk normality, and total bacterial counts in Pekuncen District, Banyumas Regency. Based on the t-test analysis, it shows a significant effect (0,083<0.0.5) between teat dipping and the incidence of subclinical mastitis and the total number of bacteria (TPC), while the t-test value shows no significant effect (1,453>0.05) between teat dipping and subclinical mastitis, while the t-test value indicates no significant effect (0.163 > 0.05) between teat dipping and milk quality. It can be concluded that teat dipping using 1% iodine is effective in reducing the incidence of subclinical mastitis based on the CMT values obtained, and in reducing milk damage based on alcohol test results, although this is not statistically significant, however, the average milk damage decreased after teat dipping treatment and was able to reduce the total bacterial count in fresh milk with a statistically significant t-test result (0.001 > 0.05) after teat dipping using 1% iodine.
Kata kuncisapi perah, susu segar, iodin 1%, celup puting, mastitis subklinis, kenormalan susu, total jumlah bakteri.
Pembimbing 1Dr. sc.agr. Ir. Yusuf Subagyo, M.P., IPU.
Pembimbing 2Merryafinola Ifani, S.Pt., M.Pt.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-08-14 10:39:28.07209
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.