Artikel Ilmiah : H1E020027 a.n. FADILAH ANNISA APRILIA

Kembali Update Delete

NIMH1E020027
NamamhsFADILAH ANNISA APRILIA
Judul ArtikelEvaluasi Kondisi Penerapan SMK3L Perguruan Tinggi Saat Ini Dengan Metode Gap Analysis
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta mencegah kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki kewajiban menerapkan SMK3L sesuai regulasi dan standar akreditasi, sehingga dilakukan evaluasi penerapannya menggunakan metode gap analysis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi saat ini dan standar yang dipersyaratkan. Penelitian ini mengkaji elemen transisi SMK3L melalui analisis dokumen, dan kuesioner. Hasil menunjukkan tingkat pemenuhan dokumen sebesar 38% (90 dari 237 dokumen), kuesioner 30%, dan checklist 38% yang tergolong rendah, dengan elemen 4 (pengendalian dokumen) memiliki nilai terendah 0% dan elemen 2 (perencanaan dan implementasi K3L) tertinggi 62%. Usulan perbaikan difokuskan pada elemen dengan skor terendah, meliputi: elemen 1.3.3 (peninjauan berkala penerapan SMK3L oleh manajemen) dengan pembuatan SOP Peninjauan SMK3L; elemen 1.4.2 (prosedur konsultasi terkait perubahan yang berdampak pada K3) dengan pembuatan SOP Pengendalian Risiko; elemen 2.1.2 (identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko oleh petugas berkompeten) dengan SOP Pengendalian Risiko; elemen 4 (pengendalian dokumen) dengan SOP Pengendalian Dokumen; elemen 6.2.5 (keterlibatan pengawas dalam konsultasi) dengan SOP Konsultasi K3; elemen 7.1.4 (penyusunan daftar periksa inspeksi) dengan SOP dan Form Inspeksi K3; elemen 7.2.2 (pemantauan/pengukuran lingkungan kerja) dengan SOP Pemantauan Lingkungan Kerja dan Form Inspeksi; elemen 7.4.5 (pencatatan pemantauan kesehatan civitas akademika) dengan SOP dan Form Pemeriksaan Kesehatan; elemen 8.1.1 (prosedur pelaporan bahaya) dengan SOP Pelaporan Bahaya; elemen 9.1.4 (penanganan bahan berbahaya dan limbah) dengan SOP Penanganan Limbah B3; dan elemen 12.3.1 (pelatihan K3 untuk seluruh civitas akademika) dengan SOP dan Formulir Pelatihan K3. Implementasi usulan ini diharapkan dapat meningkatkan kesesuaian penerapannya
Abtrak (Bhs. Inggris) Occupational Safety and Health (OSH) is a systematic effort to create a safe and healthy work environment and prevent accidents and work-related illnesses. The Faculty of Engineering at Jenderal Soedirman University (Unsoed) has an obligation to implement SMK3L in accordance with regulations and accreditation standards, so an evaluation of its implementation was carried out using the gap analysis method to identify the gap between the current conditions and the required standards. This study examines the transition elements of the OSHMS through document analysis and questionnaires. The results show a document compliance rate of 38% (90 out of 237 documents), a questionnaire compliance rate of 30%, and a checklist compliance rate of 38%, which are considered low. Element 4 (document control) has the lowest score of 0%, while Element 2 (planning and implementation of K3L) has the highest score of 62%. Improvement recommendations focused on elements with the lowest scores, including: element 1.3.3 (periodic review of SMK3L implementation by management) with the creation of an SMK3L Review SOP; element 1.4.2 (consultation procedures related to changes affecting OSH) with the creation of a Risk Control SOP; Element 2.1.2 (hazard identification, risk assessment, and control by competent personnel) with an SOP for Risk Control; Element 4 (document control) with an SOP for Document Control; Element 6.2.5 (supervisor involvement in consultation) with an SOP for K3 Consultation; Element 7.1.4 (preparation of inspection checklists) with SOPs and OSH Inspection Forms; Element 7.2.2 (monitoring/measuring the work environment) with SOPs for Work Environment Monitoring and Inspection Forms; Element 7.4.5 (recording of health monitoring of academic staff) with SOPs and Health Examination Forms; Element 8.1.1 (hazard reporting procedures) with the Hazard Reporting SOP; Element 9.1.4 (handling of hazardous materials and waste) with the Hazardous Waste Handling SOP; and Element 12.3.1 (OHS training for all academic staff) with the OHS Training SOP and Form. The implementation of this proposal is expected to improve the consistency of its application.
Kata kunciSistem Manajemen K3 (SMK3), PP No. 50 Tahun 2012, Gap Analysis, Elemen Transisi
Pembimbing 1Ir. Rani Aulia Imran, S.T., M.T
Pembimbing 2Radita Dwi Putera, S.T.,M.T.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-08-13 14:52:58.607637
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.