Artikel Ilmiah : F1D021023 a.n. YESI RAHMATIKA
| NIM | F1D021023 |
|---|---|
| Namamhs | YESI RAHMATIKA |
| Judul Artikel | POLITIK KLIENTELISME DALAM PELAYANAN PUBLIK DI TINGKAT DESA Studi Kasus di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik politik klientelisme dalam pelayanan publik di tingkat desa tepatnya di Desa Bangbayang yang disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap pelayanan publik yang berada di pusat Kabupaten Brebes. Keterbatasan ini muncul akibat permasalahan geografis yang memicu kesenjangan pelayanan antara warga yang berada di pusat dan yang berada jauh dari pusat Kabupaten Brebes dalam mengurus administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana terjadinya praktik politik klientelisme dalam pelayanan publik di tingkat desa serta memahami bagaimana warga desa yang tinggal jauh dari pusat Kabupaten Brebes menitipkan urusan administrasi mereka kepada perangkat desa dengan memberi uang saku sebagai bentuk imbalan atas jasa yang telah mereka terima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik politik klientelisme telah menjadi kebiasaan yang sudah dianggap wajar antara perangkat desa yang bertindak sebagai patron dengan warga desa di mana hal ini ditandai dengan adanya pertukaran jasa sebagai bentuk hubungan timbal balik dalam proses penyelesaian urusan administrasi hal ini dikarenakan akses pelayanan yang jauh untuk dapat diakses dengan mudah oleh warga desa. Penelitian kali ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus lalu teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara kepada beberapa pihak terkait yakni Kepala Desa, Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa), warga desa dan perangkat desa Desa Bangbayang. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori klientelisme milik James Scott yang mana pada umumnya teori tersebut digunakan untuk menganalisis studi pemilihan elektoral, namun dalam penelitian kali ini diterapkan untuk menganalisis praktik klientelisme dalam pelayanan publik di tingkat desa. Hasil penelitian kali ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan serta merancang sistem pelayanan publik yang lebih baik dan mudah diakses oleh seluruh warga Brebes guna menghindari ketimpangan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is motivated by the practice of clientelistic politics in public services at the village level, specifically in Bangbayang Village, which arises due to limited access to public services centered in the Brebes Regency. This limitation stems from geographical issues that trigger service disparities between residents living in the central area and those living far from the administrative center of Brebes, particularly in handling administrative matters. The aim of this research is to analyze how clientelistic political practices occur in public services at the village level and to understand how villagers living far from the regency center entrust their administrative affairs to village officials by giving them an allowance as a form of compensation for the services they received. The results show that clientelistic practices have become normalized between village officials, who act as patrons, and the villagers, as indicated by the exchange of services as a form of reciprocal relationship in administrative processes. This is mainly due to the difficulty villagers face in accessing public services. This research uses a qualitative method with a case study approach, and data were collected through observations and interviews with several relevant parties, including the Village Head, the Head of the Village Consultative Body (BPD), villagers, and village officials in Bangbayang Village. The study is analyzed using James Scott’s theory of clientelism, which is generally used to examine electoral politics but is applied here to analyze clientelistic practices in public services at the village level. The findings of this research are expected to serve as input for the government to better consider and design more accessible and equitable public service systems for all residents of Brebes, in order to prevent disparities. |
| Kata kunci | Klientelisme, Pelayanan Publik, Brebes, Pemerintahan Desa |
| Pembimbing 1 | Luthfi Makhasin, M.A., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Chanifia Izza Milata, S.IP., M.IP. |
| Pembimbing 3 | Neneng Sobibatu Rohmah, S.Sos., M.IP. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2025-08-12 13:52:54.39626 |