Artikel Ilmiah : L1A021014 a.n. AJENG SEKAR FIANJANI

Kembali Update Delete

NIML1A021014
NamamhsAJENG SEKAR FIANJANI
Judul ArtikelAnalisis Total Petroleum Hidrokarbon pada Mangrove Jenis Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris di Segara Anakan, Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ekosistem mangrove di kawasan pesisir Segara Anakan Timur menghadapi tekanan
pencemaran dari aktivitas industri, transportasi laut, dan tumpahan minyak, yang
menyebabkan akumulasi senyawa hidrokarbon di lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis konsentrasi Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) pada mangrove jenis
Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris di kawasan Segara Anakan Timur, Kabupaten
Cilacap. Konsentrasi TPH diukur pada akar, batang, daun, serta media lingkungan (air dan
sedimen), dengan pendekatan evaluasi nilai Translocation Factor (TF) dan Bioaccumulation
Factor (BAF). Sampel diambil dari tiga stasiun berdasarkan tingkat paparan pencemaran
menggunakan metode purposive sampling. Analisis laboratorium dilakukan secara gravimetri
berdasarkan US EPA-821-R-98-002 menggunakan alat InfraCal TPH Analyzer. Hasil
menunjukkan bahwa Stasiun III (Kalipanas) memiliki kadar TPH tertinggi pada air dan
sedimen. Akumulasi TPH tertinggi pada jaringan tanaman ditemukan pada Sonneratia
caseolaris. Nilai TF ≤ 1 pada kedua spesies menunjukkan peran sebagai fitostabilisator, yang
menghambat translokasi polutan ke bagian atas tanaman. Sedangkan nilai BAF ≤ 1 pada
kedua spesies menunjukkan kedua spesies memiliki kemampuan bioakumulasi yang rendah
terhadap polutan TPH.
Abtrak (Bhs. Inggris)The mangrove ecosystem in the eastern coastal area of Segara Anakan is under pollution
pressure from industrial activities, marine transportation, and oil spills, leading to the
accumulation of hydrocarbon compounds in the aquatic environment. This study aims to
analyze the concentration of Total Petroleum Hydrocarbons (TPH) in two mangrove species,
Sonneratia alba and Sonneratia caseolaris, in Segara Anakan Timur, Cilacap Regency. TPH
concentrations were measured in roots, stems, leaves, and environmental media (water and
sediment), using an evaluation approach through the calculation of Translocation Factor (TF)
and Bioaccumulation Factor (BAF). Samples were collected from three stations with varying
levels of pollution exposure using purposive sampling. Laboratory analysis was conducted
gravimetrically following the US EPA-821-R-98-002 method using the InfraCal TPH Analyzer.
The results showed that Station III (Kalipanas) had the highest TPH concentrations in water
and sediment. The highest TPH accumulation in plant tissues was found in Sonneratia
caseolaris. TF values ≤ 1 for both species indicate their role as phytostabilizers, inhibiting the
translocation of pollutants to the upper parts of the plant. Meanwhile, BAF values ≤ 1 indicate
that both species have a low bioaccumulation capacity for TPH pollutants.
Kata kunciakumulasi, mangrove, Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Segara Anakan, Total Petroleum Hidrokarbon
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S. Hut., M. Si.
Pembimbing 2Dr. Hartoyo, S. Pi., M. T
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-08-12 12:37:17.090141
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.