Artikel Ilmiah : H1C019042 a.n. ATHARI ANUGERAH KELANA

Kembali Update Delete

NIMH1C019042
NamamhsATHARI ANUGERAH KELANA
Judul ArtikelGEOLOGI DAERAH KARANGKEMOJING DAN SEKITARNYA,
KECAMATAN GUMELAR , KABUPATEN BANYUMAS,
JAWA TENGAH.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini mengkaji karakteristik geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan sejarah geologi daerah
Karangkemojing, Jawa Tengah. Bentuk muka bumi terbentuk dari interaksi proses endogen (pelipatan, pengangkatan) dan eksogen (pelapukan, erosi), membentuk lima satuan geomorfologi: Punggungan Homoklin
Darmakradenan, Lembah Antiklin Karangkemojing, Punggungan Sinklin Karangkemojing, Punggungan Homoklin
Karangkemojing, dan Lembah Homoklin Karanggayam. Stratigrafi daerah terdiri dari tiga satuan batuan (dari tua ke
muda): Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung (N16- N19, Miosen Akhir–Pliosen Awal), Satuan Breksi, dan
Satuan Batugamping (N20, Pliosen Awal), yang merefleksikan evolusi lingkungan pengendapan dari batial atas
hingga neritik luar. Analisis pola kelurusan SRTM menunjukkan orientasi struktur dominan N150°E (NW–SE) dan
N175°E (Utara–Selatan), dengan struktur utama berupa Antiklin Karangkemojing, Sinklin Karangkemojing, serta
sesar mendatar kanan dan kiri. Sejarah geologi dimulai pada Pliosen Awal dengan sedimentasi batupasir dan breksi, diikuti pengendapan batugamping pada Pliosen Akhir, dan deformasi tektonik pada Plistosen yang membentuk
topografi perbukitan dan dataran. Hasil penelitian menunjukkan dinamika tektonik dan sedimentasi yang kompleks
dalam membentuk lanskap daerah ini.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study examines the geomorphological, stratigraphic, structural, and geological history of the
Karangkemojing area, Central Java. The topography results from interactions between endogenic (folding, uplift) and
exogenic (weathering, erosion) processes, forming five geomorphic units: Darmakradenan Homocline Ridge, Karangkemojing Anticline Valley, Karangkemojing Syncline Ridge, Karangkemojing Homocline Ridge, and
Karanggayam Homocline Valley. The stratigraphy comprises three rock units (oldest to youngest): Interbedded
Sandstone-Claystone Unit (N16-N19, Late Miocene–Early Pliocene), Breccia Unit, and Limestone Unit (N20, Early
Pliocene), reflecting depositional environments from upper bathyal to outer neritic. SRTM lineament analysis reveals
dominant structural orientations of N150°E (NW–SE) and N175°E (North–South), with key structures including the
Karangkemojing Anticline, Syncline, and right- and left-lateral strike-slip faults. Geological history began in the
Early Pliocene with sandstone and breccia sedimentation, followed by limestone deposition in the Late Pliocene, and
Pleistocene tectonic deformation that shaped the present-day hills and plains. The findings highlight the region’s
complex tectonic and sedimentary evolution in forming its distinctive landscape.
Kata kunciKarangkemojing, geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, pola kelurusan, SRTM, Formasi Halang, Pliosen, sesar mendatar, lipatan, sejarah geologi
Pembimbing 1Dr. Ir. Sachrul Iswahyudi, S.T., M.T.
Pembimbing 2Yogi Adi Prasetya, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-08-12 11:32:31.339936
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.