| NIM | F1A021047 |
| Namamhs | ALLYSSA FARRA |
| Judul Artikel | STRATEGI KELUARGA PASIEN ODGJ DALAM MENGHADAPI STIGMA MASYARAKAT DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Stigma masyarakat terhadap Keluarga Pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) berdampak pada diskriminasi sosial yang memperburuk kondisi pasien dan membebani keluarga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi keluarga dalam menghadapi stigma tersebut di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Informan terdiri dari empat anggota keluarga pasien dan enam informan pendukung, dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman, serta uji validitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk stigma yang dihadapi oleh Keluarga Pasien ODGJ, yang kemudian menggunakan dua strategi utama dalam menghadapinya, yaitu menutupi dan terbuka. Strategi menutupi menjadi strategi yang paling banyak dipilih oleh Keluarga Pasien ODGJ di Kabupaten Banyumas, strategi ini dilakukan dengan menyembunyikan kondisi pasien dan membatasi interaksi sosial, namun hal ini memperkuat stigma masyarakat. Strategi terbuka melibatkan komunikasi aktif dan penerimaan dukungan lingkungan, meski masih mendapat anggapan negatif seperti menelantarkan pasien. Keterbatasan layanan kesehatan jiwa dan minimnya dukungan sosial juga menjadi tantangan tambahan. Diperlukan peningkatan akses layanan dan pendampingan bagi keluarga untuk mengurangi stigma secara berkelanjutan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Community stigma toward families of people with mental disorders (ODGJ) results in social discrimination that worsens the patients' condition and places a burden on their families. This study aims to identify the strategies used by families to cope with such stigma in Banyumas Regency. The research employed a qualitative descriptive approach, utilizing in-depth interviews, observation, and document analysis. Informants included four family members of patients and six supporting informants, selected through purposive sampling. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, with validity tested through source triangulation. The findings reveal various forms of stigma experienced by families of ODGJ, who respond using two main strategies: concealment and openness. Concealment emerged as the most commonly chosen strategy among families in Banyumas Regency. This involves hiding the patient’s condition and limiting social interactions, which paradoxically tends to reinforce community stigma. The openness strategy includes active communication and acceptance of environmental support, although families may still face negative perceptions such as being accused of neglecting the patient. Limited access to mental health services and a lack of social support also pose additional challenges. Therefore, improving access to services and providing support for families are essential steps to sustainably reduce stigma. |
| Kata kunci | Stigma, Gangguan Jiwa, Keluarga Pasien ODGJ, Strategi Keluarga. |
| Pembimbing 1 | Rin Rostikawati |
| Pembimbing 2 | Masrukin |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2025-08-08 14:11:28.324291 |
|---|