Artikel Ilmiah : I2A023012 a.n. ANANDA BELA YUSTISIA
| NIM | I2A023012 |
|---|---|
| Namamhs | ANANDA BELA YUSTISIA |
| Judul Artikel | FAKTOR DETERMINAN CALON PENGANTIN WANITA BERISIKO MELAHIRKAN ANAK STUNTING DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi, yakni sebesar 19,6% pada tahun 2024. Angka ini hanya mengalami penurunan sebesar 1,3% dari tahun sebelumnya dan belum mencapai target nasional sebesar 14%. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa prakonsepsi, terutama melalui penyiapan calon pengantin wanita yang sehat dan siap memasuki masa kehamilan. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang berhubungan dengan status calon pengantin wanita berisiko melahirkan anak stunting di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sebanyak 425 calon pengantin wanita yang mendaftarkan pernikahan pada Desember 2024–Januari 2025 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel terikat adalah status risiko calon pengantin wanita melahirkan anak stunting. Variabel bebas meliputi tingkat pendidikan, status bekerja, pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, kategori wilayah, peran keluarga, peran teman sebaya, tingkat pengetahuan, paparan informasi, dan kesiapan menikah. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan aplikasi Elsimil BKKBN. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,9% responden termasuk dalam kategori berisiko melahirkan anak stunting. Faktor yang berhubungan secara signifikan adalah tingkat pendidikan calon pengantin wanita dan orang tuanya, tingkat pendapatan keluarga, peran keluarga dan teman sebaya, tingkat pengetahuan, paparan informasi, serta kesiapan menikah. Pengetahuan tentang stunting dan paparan informasi menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi status risiko tersebut. Kesimpulan: Diperlukan peningkatan edukasi dan akses informasi bagi calon pengantin wanita, serta keterlibatan keluarga dan teman sebaya, untuk mendukung kesiapan menyeluruh sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Banyumas Regency is one of the regions in Central Java with a high stunting prevalence, recorded at 19.6% in 2024. This figure shows only a 1.3% decrease from the previous year and has not yet reached the national target of 14%. Stunting prevention needs to begin in the preconception period, particularly by ensuring prospective brides are healthy and prepared for pregnancy. Methods: This study aimed to analyze the determinants associated with the risk status of prospective brides giving birth to stunted children in Banyumas Regency. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. A total of 425 prospective brides who registered their marriage between December 2024 and January 2025 were selected using accidental sampling. The dependent variable was the risk status of giving birth to a stunted child. Independent variables included education level, employment status, parental education, family income, residential area category, family and peer support, knowledge level, information exposure, and marriage readiness. Data were collected through questionnaires and the Elsimil BKKBN application. Data analysis was performed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) methods. Results: The results showed that 84.9% of respondents were at risk of giving birth to stunted children. Significant factors included the bride's and parents' education levels, family income, family and peer support, knowledge, information exposure, and marriage readiness. Knowledge about stunting and information exposure were the most dominant influencing factors. Conclusion: Improving education and access to information for prospective brides, along with strengthening family and peer support, is essential to ensure comprehensive preparedness and early stunting prevention. |
| Kata kunci | stunting, calon pengantin wanita, risiko stunting, prakonsepsi, premarital screening |
| Pembimbing 1 | Siwi Pramatama Mars Wijayanti |
| Pembimbing 2 | Dwi Sarwani Sri Rejeki |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2025-08-08 10:35:24.428099 |