Artikel Ilmiah : J1B021005 a.n. GHINA NASUHA FATIMATU SEHA

Kembali Update Delete

NIMJ1B021005
NamamhsGHINA NASUHA FATIMATU SEHA
Judul ArtikelMakna Kontekstual dalam Ungkapan Makian pada Komunitas Marah-Marah Platform X
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ungkapan makian merupakan sebuah kosakata tertentu yang kerap digunakan saat terjadi benturan-benturan sosial dalam masyarakat. Penelitian ini berfokus pada makna kontekstual ungkapan makian dalam Komunitas Marah-Marah di Platform X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data merupakan ungkapan makian yang diambil dari unggahan dalam Komunitas Marah-Marah di Platform X. Sumber data dari penelitian ini adalah Komunitas Marah-Marah di Platform X. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode cakap berupa cakap tansemuka. Selain itu, teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu. Dalam penelitian ini, ditemukan 22 unggahan yang mengandung ungkapan makian. Sementara itu, ditemukan 40 ungkapan makian dari unggahan yang ada. Melalui hasil penelitian, diketahui makna kontekstual yang ditemukan berhubungan dengan kebodohan, kriminalitas, perilaku buruk, dan sesuatu yang tidak disukai dari seseorang atau suatu keadaan. Selain itu, ditemukan juga makian yang tidak digunakan sesuai dengan makna aslinya, seperti ungkapan “anjing”, “babi”, “cuk”, dan lain sebagainya. Namun, ada juga makian yang digunakan sesuai dengan makna sebenarnya seperti “tolol”, “biadab”, “konyol”, dan lain sebagainya. Melalui penelitian ini, disimpulkan bahwa ungkapan makian masih digunakan sampai saat ini, bahkan ditemukan ungkapan makian baru yang dapat dengan mudah menyebar karena adanya media sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)Insults are specific words that are often used when social conflicts arise in society. This study focuses on the contextual meaning of insults in the Komunitas Marah-Marah on Platform X. The method used in this study is descriptive qualitative. The data consists of swear words taken from posts in the Komunitas Marah-Marah on Platform X. The data source for this study is the Komunitas Marah-Marah on Platform X. The data in this study was collected using the interview without face-to-face method. In addition, the advanced technique used was the element selection technique. In this study, 22 posts containing swear words were found. Meanwhile, 40 swear words were found in the existing posts. Through the results of the study, it was found that the contextual meaning was related to stupidity, criminality, bad behavior, and something that was disliked about a person or a situation. In addition, swear words were also found that were not used according to their original meaning, such as the expressions “anjing,” “babi,” “cuk,” and so on. However, there were also insults used in accordance with their original meanings, such as “tolol,” “biadab,” “konyol,” and so on. Through this study, it was concluded that insulting expressions are still used today, and even new insulting expressions have emerged that can easily spread due to the presence of social media.
Kata kuncimakian, makna kontekstual, pragmatik
Pembimbing 1Erwita Nurdiyanto, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Ika Oktaviana, S.S., M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-08-08 09:39:41.271693
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.