Artikel Ilmiah : F2A022014 a.n. WENING WIJAYANTI

Kembali Update Delete

NIMF2A022014
NamamhsWENING WIJAYANTI
Judul ArtikelPENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL PASCA KEBIJAKAN PENYETARAAN JABATAN DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Penyederhanaan birokrasi melalui penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan menciptakan birokrasi yang lebih efektif, efisien, dan profesional. Di Kabupaten Purbalingga, implementasi kebijakan ini telah menyebabkan perubahan signifikan terhadap struktur organisasi, sistem kerja, dan pengembangan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penyetaraan jabatan terhadap pengembangan karir PNS dan efektivitas sistem kerja pejabat fungsional hasil penyetaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan, seperti ketidaksesuaian jabatan fungsional dengan tugas pokok dan fungsi, perbedaan jenjang jabatan dengan pangkat, serta belum optimalnya sistem kerja dan pola karir yang mendukung. Dengan menggunakan teori pengembangan karir Bernardin & Russell (2013), penelitian ini menekankan pentingnya career goals, career planning, dan career development dalam mendukung transformasi birokrasi. Diperlukan penataan ulang sistem kerja, penguatan kompetensi, dan mekanisme pengembangan karir berbasis meritokrasi agar penyetaraan jabatan dapat memberikan dampak positif bagi individu maupun organisasi.
Kata kunci: penyetaraan jabatan, birokrasi, pengembangan karir, jabatan fungsional, ASN, Purbalingga
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

The bureaucratic simplification policy through the conversion of administrative positions into functional positions is a national strategic effort aimed at creating a more effective, efficient, and professional bureaucracy. In Purbalingga Regency, the implementation of this policy has significantly impacted the organizational structure, work systems, and career development of civil servants (PNS). This study aims to identify the effects of position conversion on PNS career development and the effectiveness of the new functional work system. The findings reveal several challenges, including mismatches between functional positions and job descriptions, discrepancies between job levels and rank, as well as an underdeveloped work system and career path framework. Using Bernardin & Russell’s (2013) career development theory, this study highlights the importance of career goals, career planning, and career development in supporting bureaucratic transformation. It is essential to restructure the work system, enhance competencies, and establish a merit-based career development mechanism to ensure the conversion of positions benefits both individuals and organizations.
Keywords: position conversion, bureaucracy, career development, functional positions, civil servants, Purbalingga
Kata kunciKata kunci: penyetaraan jabatan, birokrasi, pengembangan karir, jabatan fungsional, ASN, Purbalingga
Pembimbing 1Prof. Dr. Wahyuningrat, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Denok Kurniasih, M.Si.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2025-07-28 15:47:29.056043
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.