Artikel Ilmiah : A1F021060 a.n. USWATUN KASANAH

Kembali Update Delete

NIMA1F021060
NamamhsUSWATUN KASANAH
Judul ArtikelPemilihan Produk Unggulan Berbasis Nanas Madu di Desa Karangjengkol Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga dengan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Karangjengkol yang berada di wilayah Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Salah satu desa yang telah membudidayakan tanaman nanas madu dan mempunyai potensi besar pada sektor pertanian karena lahan perkebunan buah nanas yang cukup luas sekitar 25-30 hektar dengan kondisi tanah yang subur. Nanas madu ini dapat berbuah sepanjang tahun sehingga ketika panen raya jumlahnya melimpah. Peluang ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat desa karena selama ini nanas madu hanya dipasarkan dalam bentuk segar kepada tengkulak dengan harga sebesar Rp2000-Rp4000,- per buah, belum lagi nanas mudah mengalami kerusakan dan cepat busuk. Maka, dibutuhkan upaya untuk memanfaatkan nanas madu menjadi produk pangan unggulan untuk meningkatkan nilai jual nanas dan pertumbuhan usaha yang dapat mendorong perekonomian masyarakat Desa Karangjengkol. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menetukan prioritas produk unggulan nanas madu yaitu: 1) Menentukan faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan produk unggulan berbasis nanas madu; 2) Menentukan aktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan produk unggulan berbasis nanas madu; 3) Menentukan alternatif produk nanas madu yang paling potensial untuk dikembangkan di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan responden dilakukan dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan cara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden model pentahelix antara lain pemerintah, pengusaha, akademisi, media dan komunitas. Teknik ini dipilih karena responden pada metode AHP merupakan ahli atau yang mengetahui permasalahan terkait sehingga dipilih berdasarkan kriteria kepakaran dan keterlibatannya dalam pengembangan produk pangan unggulan. Analisis penentuan faktor, aktor, alternatif produk dilakukan dengan metode Analitycal Hierarcy Process (AHP).Hasil analisis AHP didapatkan prioritas yaitu: (1) Faktor yang paling berpengaruh terhadap penentuan produk unggulan nanas madu di Desa Karangjengkol yaitu permintaan pasar dengan bobot sebesar (0,199); (2) Aktor yang paling berpengaruh dalam penentuan produk unggulan nanas yaitu pengrajin dengan bobot sebesar (0,329); (3) Alternatif produk nanas madu yang paling potensial untuk dikembangkan yaitu koktail nanas dengan bobot sebesar (0,258).
Abtrak (Bhs. Inggris)Karangjengkol Village, located in Kutasari District, Purbalingga Regency, is one of the villages that has cultivated honey pineapple plants and has great potential in the agricultural sector because the pineapple plantation area is quite large, around 25-30 hectares with fertile soil conditions. This honey pineapple is not seasonal or can bear fruit all year round so that when the harvest is abundant. This opportunity has not been utilized by the village community because so far honey pineapple has only been marketed fresh to middlemen at a price of IDR 2,000-IDR 4,000 per fruit, not to mention that pineapple is easily damaged and rots quickly. Therefore, efforts are needed to utilize honey pineapple as a superior food product to increase the selling value of pineapple and business growth that can boost the economy of the Karangjengkol Village community. The purpose of this research was to determine the priority of superior honey pineapple products, namely: 1) Determining the most influential factors in selecting superior honey pineapple-based products; 2) Determining the most influential actors in selecting superior honey pineapple-based products; 3) Determining the most potential alternative honey pineapple products for development in Karangjengkol Village, Kutasari District, Purbalingga Regency.This research was conducted in Karangjengkol Village, Kutasari District, Purbalingga Regency. The respondent selection method used a non-probability sampling technique with purposive sampling. The sample size was 30 respondents using a pentahelix model, including representatives from government, entrepreneurs, academics, the media, and the community. This technique was chosen because respondents in the AHP method are experts or knowledgeable about the related issues, and therefore were selected based on their expertise and involvement in the development of superior food products. Analysis of the factors, actors, and product alternatives was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method.The results of the AHP analysis obtained priorities, namely: (1) The most influential factor in determining the superior honey pineapple product in Karangjengkol Village is market demand with a weight of (0.199); (2) The most influential actor in determining the superior pineapple product is the craftsman with a weight of (0.329); (3) The most potential alternative honey pineapple product to be developed is pineapple cocktail with a weight of (0.258).
Kata kunciAHP, Nanas, Pentahelix
Pembimbing 1Ali Maksum, S.TP., M.P
Pembimbing 2Ike Sitoresmi Mulyo Purbowati, S.TP., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman99
Tgl. Entri2025-07-28 14:47:46.78618
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.