| NIM | J1C021054 |
| Namamhs | KAYLA NADIFAH |
| Judul Artikel | STUDI INTERNALISASI NILAI KAIZEN DI PANASONIC GOBEL LIFE SOLUTIONS MANUFACTURING INDONESIA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini menganalisis penerapan prinsip-prinsip perusahaan Jepang, yaitu 5S dan Kaizen, di Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia. Keberadaan perusahaan Jepang yang beroperasi secara global di berbagai dunia memerlukan kemampuan untuk menyesuaikan diri dan mengadopsi nilai-nilai manajemen yang khas, seperti 5S dan Kaizen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya perusahaan Jepang, khususnya prinsip 5S dan Kaizen, diinternalisasi oleh karyawan Indonesia di Panasonic, serta menguraikan model internalisasi ini beserta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara mendalam, data dikumpulkan dari lima informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses internalisasi budaya 5S dan Kaizen melibatkan lima tahapan. Tahap Knowledge, Persuasion, Decision, Implementation, dan Confirmation. Tahap pengetahuan awal karyawan bervariasi, dengan pengalaman sebelumnya dan persepsi positif karyawan menjadi faktor pendorong utama. Penerapan 5S di lapangan menunjukkan bahwa tahapan Seiri (memilah) dan Seiton (menata) cenderung lebih mudah untuk diterapkan karena bersifat fisik dan terstruktur. Namun, tantangan terbesar ditemukan pada tahapan Seiketsu (merawat/standarisasi) dan Shitsuke (membiasakan/disiplin), yang membutuhkan perubahan perilaku dan konsistensi jangka panjang dari individu. Meskipun demikian, penerapan 5S dan Kaizen memberikan dampak positif yang signifikan, seperti lingkungan kerja yang lebih baik dan terstruktur, penurunan potensi kecelakaan kerja, dan peningkatan efisiensi operasional.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research analyzes the implementation of Japanese corporate principles, namely 5S and Kaizen, at Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia. The presence of Japanese companies operating globally in various parts of the world requires the ability to adapt and adopt distinctive management values such as 5S and Kaizen. This study aims to analyze how Japanese corporate culture, especially the principles of 5S and Kaizen, is internalized by Indonesian employees at Panasonic, and to describe the model of this internalization along with its supporting and inhibiting factors. Using a descriptive qualitative approach through observation and in-depth interviews, data were collected from five informants. The results of this study show that the process of internalizing 5S and Kaizen culture involves five stages: Knowledge, Persuasion, Decision, Implementation, and Confirmation. Employees' initial knowledge levels vary, with prior experience and positive perceptions being key driving factors. The implementation of 5S in the field shows that the stages of Seiri (sorting) and Seiton (organizing) tend to be easier to implement due to their physical and structured nature. However, the greatest challenges are found in the stages of Seiketsu (standardizing/maintaining) and Shitsuke (disciplining/habituating), which require behavioral change and long-term individual consistency. Nevertheless, the implementation of 5S and Kaizen has shown significant positive impacts, such as a better and more structured work environment, reduced risk of workplace accidents, and increased operational efficiency.
|
| Kata kunci | Kata Kunci : budaya korporat Jepang, internlisasi, Kaizen, panasonic, 5S |
| Pembimbing 1 | Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Safrina Arifiani Felayati, S.Pd., M.A. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 79 |
| Tgl. Entri | 2025-07-28 09:14:15.424775 |
|---|