Artikel Ilmiah : F2A023016 a.n. TEPY OKTARI
| NIM | F2A023016 |
|---|---|
| Namamhs | TEPY OKTARI |
| Judul Artikel | STRATEGI PENGEMBANGAN SUB SEKTOR EKONOMI KREATIF FILM OLEH ORGANISASI NON PEMERINTAH LEWAT MODEL QUADRUPLE HELIX : STUDI KASUS CINEMA LOVERS COMMUNITY PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abstrak Film diklasifikasikan sebagai salah satu sub-sektor dalam ekonomi kreatif di Indonesia. Namun, penelitian yang secara khusus menyoroti sub sektor ini dari perspektif administrasi publik masih sangat terbatas. Sebagian besar studi yang berkaitan dengan film lebih banyak bertumpu pada disiplin seni dan budaya, teknologi media, atau kajian komunikasi. Sementara itu, dalam bidang administrasi publik, penelitian cenderung berfokus pada cakupan ekonomi kreatif yang lebih luas dengan 17 sub-sektornya, serta memberikan perhatian lebih pada sub sektor populer seperti kuliner, kriya, dan fesyen. Studi ini menganalisis strategi pengembangan sub sektor ekonomi kreatif film yang dilakukan oleh organisasi non- pemerintah CLC Purbalingga dengan menggunakan model helix. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif moderat, analisis dokumen, dan wawancara mendalam terhadap para pemangku kepentingan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan bantuan informan kunci. Temuan penelitian ini memberikan wawasan penting dalam ranah administrasi publik, dengan menyoroti bagaimana sebuah inisiatif lokal di Banyumas Raya berhasil membangun dan mempertahankan ekosistem perfilman yang tangguh dan adaptif selama hampir dua dekade. Studi ini merekomendasikan replikasi atau adaptasi strategi pengembangan berbasis model helix pada sub sektor film di wilayah lain, dengan tetap mencermati kebutuhan peningkatan, khususnya melalui kemitraan strategis dengan media arus utama untuk memperluas jangkauan publik dan membangun kepercayaan masyarakat yang lebih kuat.. Kata Kunci : Administrasi Publik, Banyumas Raya, CLC Purbalingga, Ekonomi Kreatif, Film, Model Helix, Strategi Pengembangan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Abstract Film is classified as one of the sub-sectors of the creative economy in Indonesia. However, research focusing on this particular sub-sector from the perspective of public administration remains limited. Most film-related studies are grounded in the disciplines of arts and culture, media technology, or communication studies. Meanwhile, within the field of public administration, research tends to emphasize the broader creative economy with its 17 sub- sectors, giving more attention to popular areas such as culinary arts, crafts, and fashion. This study analyzes the development strategy of the film creative economy sub-sector implemented by the non-governmental organization CLC Purbalingga using a helix model. Employing a qualitative research design, data were collected through moderate participant observation, document analysis, and in-depth interviews with stakeholders, selected through purposive sampling with key informants. The findings offer significant insights into public administration by highlighting how a local initiative in Banyumas Raya has successfully built and sustained a resilient and adaptive film ecosystem for nearly two decades. This study recommends the replication or adaptation of the helix-based development strategy for film sub-sectors in other regions, while also addressing the need for improvement particularly through strategic partnerships with mainstream media to enhance public outreach and foster greater community trust. Keywords : Public Administration, Banyumas Raya, CLC Purbalingga, Creative Economy, Film, Helix Model, Development Strategy. |
| Kata kunci | Kata Kunci : Administrasi Publik, Banyumas Raya, CLC Purbalingga, Ekonomi Kreatif, Film, Model Helix, Strategi Pengembangan. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Slamet Rosyadi, S.Sos., M.Si |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Muslih Faozanudin, M.Sc |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2025-07-25 21:22:55.612388 |