| NIM | A1D021187 |
| Namamhs | SILVIA AVRILZA MUTIARA |
| Judul Artikel | POTENSI BIO T10 DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN BENIH CABAI RAWIT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perlakuan benih dapat menjadi jalan untuk melakukan perbaikan kualitas benih dengan salah satu alternatif yaitu metabolit sekunder jamur Trichoderma harzianum T10 yang diformula dengan nama Bio T10. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Bio T10 dalam meningkatkan kesehatan benih dan daya kecambah benih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024-Januari 2025. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Laboratorium Perlindungan Tanaman, dan screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu in vitro dan in planta, penelitian secara in vitro menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor terdiri atas kombinasi faktor konsentrasi (kontrol, 5, 10, dan 15 mL/L) dan faktor lama perendaman (30 dan 60 menit) dengan 4 kali ulangan dan setiap unit terdiri atas 50 benih, dan penelitian secara in planta menggunakan rancangan acak kelompok sesuai perlakuan pada penelitian in vitro dengan 5 bibit setiap unitnya. Variabel yang diamati yaitu identifikasi patogen tular-benih, kejadian penyakit, daya kecamabah, kecepatan berkecambah, panjang akar, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar bibit, dan bobot kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat patogen tular-benih Colletotrichum gloeosporioides (Penz) Sacc., penyebab penyakit antraknosa cabai, perlakuan Bio T10 dengan konsentrasi 15 mL/L dan lama perendaman terbaik selama 60 menit menunjukkan penurunan persentase kejadian penyakit sebesar 96% dan 70% serta masing-masing meningkatkan daya kecambah sebesar 141 dan 27,56 %, dan perlakuan kombinasi terbaik pada konsentrasi 15 mL/L Bio T10 dengan lama perendaman 60 menit menunjukkan penurunan kejadian penyakit sebesar 98% dan meningkatkan daya kecambah mencapai 410%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Seed treatment is a way to improve seed quality with one of the alternatives, namely the secondary metabolites of the fungus Trichoderma harzianum T10, which is formulated under the name Bio T10. The purpose of this study was to determine the potential of Bio T10 to improve seed health and seed germination.The research was carried out from October 2024 to January 2025. It was conducted in Agronomy and Horticulture Laboratory, the Plant Protection Laboratory, and the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was carried out in two stages, namely in vitro and in planta research. The in vitro research used a completely randomized design with 2 factors consisted of factor combination betwen Bio T10 concentration (control, 5, 10, and 15 mL L-1) and soaking time (30 and 60 minutes) with 4 replicates and 50 seeds per unit, while the in planta research was conducted using a randomized block design according to the treatments used in the in vitro research, with 5 seedlings per unit. The variables observed were identification of seed-borne pathogens, disease incidence, germination rate, germination speed, root length, plant height, number of leaves, fresh seedling weight, and dry seedling weight. The results of the study showed that Colletotrichum gloeosporioides (Penz) Sacc., the cause of chili anthracnose disease, Bio T10 treatment with a concentration of 15 mL/L and the best soaking time for 60 minutes showed a decrease in the percentage of disease incidence by 96% and 70% and increased germination power by 141 and 27.56% respectively, and the best combination treatment at a concentration of 15 mL/L Bio T10 with a soaking time of 60 minutes showed a decrease the disease incidence by 98% and increase germination ability by 410%. |
| Kata kunci | benih, Bio T10, cabai, patogen, Colletotrichum gloeosporiodes |
| Pembimbing 1 | Loekas Soesanto |
| Pembimbing 2 | Risqa Naila Khusna Syarifah |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2025-07-25 10:24:23.092487 |
|---|