Artikel Ilmiah : J1B021030 a.n. FIRLINA RIZKY PUTRI FAJARANI
| NIM | J1B021030 |
|---|---|
| Namamhs | FIRLINA RIZKY PUTRI FAJARANI |
| Judul Artikel | Analisis Id, Ego, dan Superego pada Tokoh Agatha dalam Novel Artha Karya Bayu Permana |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian berjudul “Analisis Id, Ego, dan Superego pada Tokoh Agatha dalam Novel Artha Karya Bayu Permana” mengkaji kepribadian Agatha menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Novel ini menarik diteliti karena menjadi best seller dan bertahan di rak TOP 10 Gramedia, dan meski bertema drama percintaan, novel ini juga mengangkat isu serius yang relevan bagi perkembangan psikologis remaja. Metode yang digunakan deskripsi kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra untuk mendeskripsikan tokoh Agatha, alur, latar serta aspek id, ego, dan superego Agatha. Hasil analisis menunjukkan Agatha adalah siswi kelas dua belas yang hidup dalam keluarga disfungsional. Alur menggambarkan konflik yang dialami Agatha secara kronologis dari awal hingga penyelesaian. Dominasi aspek superego pada Agatha lebih kuat dibanding id dan ego, yang tercermin dari kecenderungannya menekan dorongan pribadi demi menaati nilai moral, terutama dalam menghadapi konflik keluarga. Superego di sini berperan sebagai kontrol moral yang berasal dari nilai-nilai sosial dan ajaran orang tua, sehingga Agatha lebih mengutamakan kepatuhan dan norma daripada keinginan naluriahnya (id) atau pertimbangan realistis ego. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menyajikan kisah remaja biasa, tetapi juga menggambarkan dinamika psikologis yang kompleks melalui tokoh Agatha, khususnya bagaimana ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego mempengaruhi perilaku dan perkembangan dirinya dalam konteks keluarga yang tidak harmonis. Kata kunci: Artha, psikoanalisis, Sigmund Freud, psikologi sastra |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research titled “Analysis of Id, Ego, and Superego in the Character of Agatha in Bayu Permana’s Novel Artha” examines Agatha’s personality using Sigmund Freud’s psychoanalytic theory. This novel is particularly interesting to analyze because it became a best seller and remained in Gramedia’s TOP 10 shelves, and although it centers on a romantic drama, it also raises serious issues relevant to adolescent psychological development. The method used is qualitative description with a literary psychology approach to describe the character of Agatha, plot, setting, and the aspects of id, ego, and superego within her. The analysis reveals that Agatha is a twelfth-grade student living in a dysfunctional family. The plot chronologically depicts the conflicts Agatha experiences from beginning to resolution. The superego aspect dominates Agatha more than the id and ego, reflected in her tendency to suppress personal desires to obey moral values, especially when facing family conflicts. In this context, the superego acts as a moral control derived from social values and parental teachings, causing Agatha to prioritize obedience and norms over her instinctual desires (id) or realistic considerations (ego). Thus, the novel not only presents a typical teenage story but also portrays complex psychological dynamics through Agatha, particularly how the imbalance among id, ego, and superego affects her behavior and development within an unharmonious family context. Keywords: Artha, psychoanalysis, Sigmund Freud, literary psychology |
| Kata kunci | Artha, psikoanalisis, Sigmund Freud, psikologi sastra |
| Pembimbing 1 | Imam Suhardi, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dra. Sri Nani Hari Yanti, S.S., M.Hum |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2025-07-23 10:15:41.652636 |