Artikel Ilmiah : A1A021089 a.n. HELENNA RAHMA ELVIANI
| NIM | A1A021089 |
|---|---|
| Namamhs | HELENNA RAHMA ELVIANI |
| Judul Artikel | DAMPAK EKSTERNALITAS INDUSTRI KECIL TAHU TERHADAP KONDISI SOSIAL, EKONOMI, DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Eksternalitas merupakan dampak yang terjadi karena adanya kegiatan yang dilakukan oleh pihak tertentu terhadap pihak lain, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Salah satu kegiatan ekonomi yang menimbulkan dampak positif dan negatif ialah industrialisasi. Sektor industri tahu yang terletak di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dapat menimbulkan dampak eksternalitas positif maupun negatif terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar industri. Eksternalitas tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap pembangunan berkelanjutan yang ada di Desa Kalisari. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan penanganan eksternalitas untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk 1) mengetahui dampak eksternalitas positif dan negatif yang ditimbulkan dari adanya industri kecil tahu terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat sekitar industri, 2) mengetahui besarnya persentase nilai eksternalitas positif dan negatif yang diperoleh industri kecil tahu Desa Kalisari, dan 3) mengetahui besarnya perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh industri kecil tahu Desa Kalisari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang dihitung menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel sosial, ekonomi, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif untuk mengetahui dampak eksternalitas yang terjadi dengan melakukan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk menghitung nilai persentase dan B/C ratio dengan melakukan skoring serta membandingkan antara manfaat dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak eksternalitas positif dari aspek sosial keberadaan industri kecil tahu Desa Kalisari berupa peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, berkurangnya jumlah masyarakat yang tidak tamat sekolah, pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik dan beragam, terjadinya peralihan profesi, peningkatan daya beli masyarakat, bertambahnya jumlah kendaraan dan hewan ternak, serta mendorong terciptanya sarana dan prasarana kesehatan di Desa Kalisari. Dampak positif dari aspek ekonomi berupa berkurangnya jumlah pengangguran, adanya penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak, terbukanya lapangan pekerjaan, adanya kesempatan bagi masyarakat untuk dapat berwirausaha dan berinovasi, serta terciptanya peluang investasi. Dampak eksternalitas negatif dari keberadaan industri kecil tahu Desa Kalisari berupa kurangnya sosialisasi dari pihak eksternal terkait pentingnya pendidikan bagi masyarakat, menurunnya kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh limbah cair, tidak adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, belum terpenuhinya sarana dan prasarana penunjang kesejahteraan untuk tenaga kerja, pola konsumsi masyarakat yang boros, pencemaran sungai yang diakibatkan oleh limbah cair hasil produksi, sungai yang kehilangan keindahannya, air sungai menimbulkan bau tidak sedap, serta polusi udara akibat dari proses produksi yang masih menggunakan kayu bakar. Persentase eksternalitas positif secara keseluruhan yakni sebesar 75,673 persen dengan skor eksternalitasnya 378,364 dan dikategorikan tinggi, sedangkan persentase eksternalitas negatif secara keseluruhan yakni sebesar 60,911 persen dengan skor eksternalitasnya 304,556 dan dikategorikan cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih merasakan dampak positif dari keberadaan industri kecil tahu Desa Kalisari dibandingkan dengan dampak negatifnya. Hasil nilai PWB (Present Worth of Benefit atau nilai sekarang dari manfaat) yaitu sebesar Rp92.854.610 dan hasil nilai PWC (Pressent Worth of Cost atau nilai sekarang dari biaya) sebesar Rp85.296.000. Maka nilai dari benefit-cost ratio yakni sebesar 1,08. Nilai ini lebih besar dari 1 atau 1,08 > 1 maka industri kecil tahu Desa Kalisari dapat dikatakan menguntungkan untuk dijalankan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Externalities are impacts that occur due to activities carried out by certain parties that affect other parties, whether beneficial or detrimental. One economic activity that has both positive and negative impacts is industrialization. The tofu industry located in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency can have both positive and negative externalities on the social, economic, and environmental conditions of the communities living around the industry. These externalities can influence sustainable development in Kalisari Village. Sustainable development requires the management of externalities to achieve a balance between economic growth, social welfare, and environmental protection. The objectives of this study are: 1) to identify the positive and negative externalities caused by the presence of small-scale tofu industries on the social, economic, and environmental conditions of the communities surrounding the industry, 2) to determine the percentage of positive and negative externalities generated by the small-scale tofu industry in Kalisari Village, and 3) to assess the ratio between the benefits obtained and the costs incurred by the small-scale tofu industry in Kalisari Village. This study uses a qualitative descriptive and quantitative descriptive approach with 100 respondents calculated using purposive sampling. The research was conducted in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The data used were primary and secondary data. The variables used in this study were social, economic, and environmental variables. Data analysis was conducted using a qualitative descriptive and quantitative descriptive approach. Qualitative descriptive analysis was used to determine the externalities that occurred by reducing, presenting, and drawing conclusions, while quantitative descriptive analysis was used to calculate percentage values and B/C ratios by scoring and comparing benefits and costs. The research results indicate that the positive externalities of the social aspects of the small tofu industry in Kalisari Village include improved community education quality, a decrease in the number of people who did not complete school, better and more diverse jobs, career transitions, increased community purchasing power, an increase in the number of vehicles and livestock, and the creation of health facilities and infrastructure in Kalisari Village. The positive economic impacts include a decrease in the number of unemployed individuals, significant job creation, the opening of new job opportunities, opportunities for the community to engage in entrepreneurship and innovation, and the creation of investment opportunities. The negative externalities of the small-scale tofu industry in Kalisari Village include insufficient external communication regarding the importance of education for the community, declining community health due to liquid waste, a lack of community awareness in maintaining health, insufficient supporting facilities and infrastructure for workers' well-being, wasteful consumption patterns, river pollution caused by liquid waste from production, rivers losing their beauty, river water emitting unpleasant odors, and air pollution resulting from production processes that still use firewood. The overall percentage of positive externalities is 75.673 percent with an externality score of 378,364, categorized as high, while the overall percentage of negative externalities is 60.911 percent with an externality score of 304,556, categorized as moderately high. This indicates that the community feels more positive impacts from the presence of the small tofu industry in Kalisari Village than negative impacts. The Present Worth of Benefit (PWB) value is Rp92,854,610, and the Present Worth of Cost (PWC) value is Rp85,296,000. Thus, the benefit-cost ratio is 1.08. This value is greater than 1 (1.08 > 1), so the small-scale tofu industry in Kalisari Village can be considered profitable to operate. |
| Kata kunci | Industri Kecil Tahu, Eksternalitas Positif, Eksternalitas Negatif, Purposive Sampling (Small Tofu Industry, Positive Externalities, Negative Externalities, Purposive Sampling) |
| Pembimbing 1 | Syahrul Ganda Sukmaya, S.E., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Budiyoko, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 152 |
| Tgl. Entri | 2025-07-17 09:11:32.672141 |