Artikel Ilmiah : K1C018044 a.n. ANI MUBARIROH
| NIM | K1C018044 |
|---|---|
| Namamhs | ANI MUBARIROH |
| Judul Artikel | KONTAMINASI DOSIS NEUTRON PADA PENYINARAN KANKER SERVIKS DENGAN PESAWAT LINAC VARIASI TEGANGAN 8, 10, 15, 20, DAN 25 MV BERDASARKAN TEKNIK SSD DAN SAD |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Radiasi foton berenergi tinggi yang digunakan dalam radioterapi eksternal dapat menghasilkan neutron sekunder melalui interaksi foton dengan komponen logam pesawat Linac. Neutron yang dihasilkan bersifat sebagai kontaminan radiasi yang tidak diinginkan karena dapat meningkatkan dosis radiasi total yang diterima jaringan sehat, khususnya pada kasus penyinaran kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spektrum energi neutron serta laju dosis neutron yang dihasilkan pada variasi tegangan 8, 10, 15, 20, dan 25 MV dengan pendekatan teknik SSD dan SAD menggunakan perangkat Linac serta menghitung prosentase kontaminasi dosis neutron yang mengenai organ-organ di sekitar target penyinaran kanker serviks. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Monte Carlo berbasis MCNPX. Spektrum energi neutron dikaji untuk masing-masing variasi tegangan dan teknik penyinaran. Selain itu, perhitungan laju dosis dan prosentase dosis kontaminasi neutron pada Organ at risk (OAR) seperti rektum, kandung kemih, tulang belakang, dan ovarium dilakukan untuk menilai dampak radiasi neutron. Hasil simulasi menunjukkan bahwa spektrum neutron yang dominan berada pada kategori neutron cepat, baik pada teknik SSD maupun SAD. Laju dosis neutron meningkat seiring dengan kenaikan tegangan. Persentase kontaminasi dosis neutron tertinggi ditemukan pada organ target utama yaitu kanker serviks dengan nilai maksimum sebesar 0,278% pada teknik SSD dan 0,303% pada teknik SAD pada tegangan 25 MV, nilai ini masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan oleh IAEA, yaitu maksimum 0,5% dari dosis foton untuk radiasi sekunder neutron. Organ sekitar lainnya juga menerima dosis kontaminasi yang bervariasi, bergantung pada posisi relatif terhadap sumber penyinaran. Peningkatan tegangan berkas foton linier berbanding lurus dengan peningkatan laju dan kontaminasi dosis neutron. Teknik penyinaran juga memengaruhi distribusi spektrum dan dosis neutron. Hasil ini penting untuk mempertimbangkan aspek proteksi radiasi sekunder dalam perencanaan radioterapi menggunakan Linac. Kata kunci: Linac, kontaminasi dosis neutron, MCNPX, teknik SSD, teknik SAD. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | High-energy photon radiation used in external radiotherapy can generate secondary neutrons through interactions between photons and metallic components of the linear accelerator (Linac). These secondary neutrons act as unwanted radiation contaminants because they can increase the total radiation dose absorbed by healthy tissues, particularly in cervical cancer treatments. This study aims to determine the neutron energy spectrum and neutron dose rate produced at voltage levels of 8, 10, 15, 20, and 25 MV using SSD and SAD techniques with a Linac system, as well as to calculate the percentage of neutron dose contamination affecting organs surrounding the cervical cancer irradiation target. The simulation was carried out using the Monte Carlo–based MCNPX software. The neutron energy spectra were analyzed for each voltage level and irradiation technique. Additionally, dose rate and neutron dose contamination percentages in organs at risk (OARs) such as the rectum, bladder, spinal cord, and ovaries were calculated to assess the impact of neutron radiation. The simulation results show that the dominant neutron spectrum falls within the fast neutron category for both SSD and SAD techniques. The neutron dose rate increases with higher photon beam energies. The highest neutron dose contamination was found in the main target organ, the cervix, with maximum values of 0.278% for SSD and 0.303% for SAD at 25 MV. These values remain below the safety limit set by the IAEA, which is a maximum of 0.5% of the photon dose for secondary neutron radiation. Surrounding organs also received varying degrees of contamination, depending on their relative position to the irradiation source. The increase in photon beam energy is directly proportional to the rise in both neutron dose rate and contamination. Irradiation technique also influences the distribution of neutron spectra and dose levels. These findings are essential for considering secondary radiation protection aspects in radiotherapy planning using Linac systems. Keywords: Linac, neutron dose contamination, MCNPX, SSD technique, SAD technique. |
| Kata kunci | Linac, kontaminasi dosis neutron, MCNPX, teknik SSD, teknik SAD. |
| Pembimbing 1 | Aris Haryadi, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Bilalodin, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 88 |
| Tgl. Entri | 2025-07-16 12:37:02.117838 |