Artikel Ilmiah : B1B020015 a.n. NABILA SUKMA DEWI

Kembali Update Delete

NIMB1B020015
NamamhsNABILA SUKMA DEWI
Judul ArtikelTHE LEVELS OF WELFARE AND RELEASE READINESS OF PRIMATES AT BALAI BESAR KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM RIAU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hutan hujan tropis Indonesia dihuni oleh 59 spesies dari 11 marga Primata. Namun, pada periode 2023-2024, status konservasi primata menurut daftar merah IUCN menunjukkan bahwa lebih dari separuh spesies primata terancam. Konservasi diperlukan secara in situ dan ex situ untuk melindungi populasi. Tingkat kesejahteraan hewan yang memadai diperlukan untuk melaksanakan konservasi Ex-situ. Ada lima prinsip kesejahteraan hewan yang harus dipenuhi oleh para pihak konservasi, yaitu (1) bebas dari rasa lapar, (2) bebas dari suhu dan ketidaknyamanan fisik, (3) bebas dari rasa sakit dan cedera, (4) bebas dari rasa takut, tertekan dan penderitaan, dan (5) bebas untuk berperilaku normal. Dalam program konservasi ex-situ, hewan yang telah melalui masa perawatan dan penangkaran akan dilepaskan, sehingga hewan perlu dinilai kesiapannya. Pengujian veteriner dan pengujian perilaku harus dipertimbangkan sebelum melepaskan hewan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan wawancara menggunakan kuesioner, serta pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan focal animal sampling. Pengumpulan data dilakukan di PPS PKR Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Arsasi Riau dengan objek penelitian Primata yaitu Siamang (Symphalangus syndactylus), Owa Tangkas (Hylobates agilis), dan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Data penelitian tingkat kesejahteraan dan kesiapan pelepasan dianalisis secara deskriptif, kemudian hasilnya dibandingkan antar individu. Tingkat kesejahteraan Primata di BBKSDA Riau menunjukkan bahwa Symphalangus syndactylus memiliki skor total rata-rata 86,75 dengan klasifikasi kesejahteraan Sangat Baik, Hylobates agilis memiliki skor total rata-rata 81,76 dengan klasifikasi kesejahteraan Sangat Baik, dan Macaca fascicularis memiliki skor total rata-rata 78,97 dengan klasifikasi kesejahteraan Baik. Skor kesejahteraan tertinggi dilakukan oleh Micky, dan skor terendah dilakukan oleh Bino. Primata di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau belum memenuhi kriteria perilaku untuk dilepasliarkan. Semua individu primata, kecuali Gori dan Ivan, hanya memiliki tingkat kesiapan lepasliarkan sebesar 25%, jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan, yaitu 70%, untuk satwa liar.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Indonesia Tropical rain forests are inhabited by 59 species of 11 genera of Primates. However, in the 2023-2024 period, the conservation status of primates according to the IUCN red list showed that more than half of primate species are threatened. Conservation is needed in situ and ex situ to protect populations. An adequate level of animal welfare is required to implement Ex-situ conservation. There are five principles of animal welfare that must be fulfilled by conservation parties, namely (1) free of hunger, (2) free of temperature and physical discomfort, (3) free of pain and injury, (4) free of fear, distress and suffering, and (5) free to behave normally. In an ex-situ conservation program, animals that have been through a period of care and captivity will be released, so animals need to be assessed for readiness. Veterinary testing and behavioral testing must be considered before releasing animals.
This research was conducted for two months. This research was conducted by survey and interview methods using questionnaires, and data collection using purposive sampling and focal animal sampling methods. Data collection was carried out at PPS PKR Arsasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau with the object of Primate research are Siamang (Symphalangus syndactylus), Agile Gibbon (Hylobates agilis), and Long-tailed macaque (Macaca fascicularis). Welfare-level research data and release readiness were analyzed descriptively, and then the results were compared between individuals. The welfare level of Primates at BBKSDA Riau show that Symphalangus syndactylus has an average total score of 86.75 with a welfare classification of Very good, Hylobates agilis has an average total score of 81.76 with a welfare classification of Very good, and Macaca fascicularis has an average total score of 78.97 with a welfare classification of Good. The highest welfare score performed by Micky, and the lowest score performed by Bino. Primates at Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau have not yet met the behavioral criteria for release. All primate individuals except Gori and Ivan only have 25% release readiness, far below the required threshold of 70% for the wild
Kata kunciAgile Gibbon, Long-tailed macaque, Primate, release readiness, Siamang, welfare level
Pembimbing 1Dr.rer.nat. W. Lestari, M.Sc
Pembimbing 2Dra. Siti Rukayah, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman57
Tgl. Entri2025-07-15 14:00:30.467275
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.