Artikel Ilmiah : A1C021038 a.n. WASINGUN ADI PRAYOGA
| NIM | A1C021038 |
|---|---|
| Namamhs | WASINGUN ADI PRAYOGA |
| Judul Artikel | Analisis Karakteristik Pengering Energi Surya Tipe Rak Dengan Penambahan Bahan Penyimpan Panas Pada Kolektor Surya |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pengeringan adalah metode untuk menurunkan kadar air dalam bahan. Pengering energi surya tipe rak memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi dengan desain berbentuk persegi dengan beberapa rak di dalamnya sebagai tempat untuk meletakkan bahan yang akan dikeringkan dan dialiri udara. Udara yang digunakan untuk mengeringkan produk ditingkatkan suhunya melalui kolektor surya sebelum dialirkan pada ruang pengering (chamber). Namun, penyerapan energi surya kurang maksimal dan terjadinya fluktuasi suhu yang dapat menurunkan kualitas produk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis karakteristik bahan penyimpan panas pada kolektor surya dan pengering energi surya tipe rak dengan penambahan bahan penyimpan panas pada kolektor surya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 3 perlakuan pada kolektor surya yaitu dengan kondisi tanpa bahan penyimpan panas (S0), dengan penyimpan panas batu sungai (Srock), dan dengan penyimpan panas pasir pantai (Ssand). Pengamatan dilakukan dari pukul 08.00-16.00 WIB. Pengukuran dilakukan dalam interval 30 menit sekali, dengan variabel pengukuran yaitu, iradiasi surya, suhu lingkungan, suhu kolektor surya, suhu chamber, kelembaban relatif lingkungan, kelembaban relatif kolektor surya, kelembaban relatif chamber, efisiensi panas kolektor surya, efisiensi chamber, kecepatan aliran udara kolektor surya, dan kecepatan aliran udara chamber. Variabel-variabel tersebut dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rentang suhu batu sungai sebesar antara 29,5 °C sampai 47,0 °C, serta rata-rata suhu batu sungai sebesar 38,5 °C. Kemudian suhu pasir pantai antara 33,1 oC sampai 44,9 °C, dengan suhu rata-rata pasir pantai 39,8 °C. Pengering energi surya tipe rak dipengaruhi oleh intensitas iradiasi surya, rata-rata intensitas iradiasi surya pada perlakuan S0, Srock, dan Ssand sebesar 394,6 W/m²; 361,9 W/m²; dan 353,0 W/m². Penggunaan pengering dapat meningkatkan suhu udara dan menurunkan kelembaban relatif udara. Rata-rata efisiensi panas kolektor surya pada perlakuan S0, Srock, dan Ssand sebesar 19,2%; 32,3%; dan 29,0%, sedangkan efisiensi panas chamber sebesar 14,7%; 14,5%; dan 14,7%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Drying is a method used to reduce the moisture content of materials. The tray solar dryer utilizes solar energy as its power source and features a rectangular design with multiple internal trays that serve as trays for placing the materials to be dried. Air is heated using a solar air collector and then circulated into the drying chamber to remove moisture from the products. However, solar energy absorption is often suboptimal, and temperature fluctuations can occur, potentially reducing product quality. This study aimed to analyze the characteristics of thermal energy storage materials placed in the solar air collector and their effect on the performance of a tray-type solar dryer. The experiment was conducted using three different treatments in the solar air collector: without thermal storage material (S0), with river stones (Srock), and with beach sand (Ssand). Observations were carried out from 08:00 to 16:00 local time (WIB). Measurements were taken every 30 minutes, focusing on the following variables: solar irradiance, ambient temperature, solar air collector temperature, chamber temperature, ambient relative humidity, relative humidity in the solar air collector, relative humidity in the chamber, thermal efficiency of the solar air collector, chamber thermal efficiency, and airflow velocities in both the solar air collector and the chamber. These variables were analyzed descriptively. The results showed that the temperature range for the river stones was between 29.5°C and 47.0°C, with an average temperature of 38.5°C. For beach sand, the temperature ranged from 33.1°C to 44.9°C, with an average of 39.8°C. The performance of the tray-type solar dryer was influenced by solar irradiance, with average values of 394.6 W/m² (S0), 361.9 W/m² (Srock), and 353.0 W/m² (Ssand). The dryer effectively increased air temperature and reduced relative humidity. The average thermal efficiencies of the solar air collector for S0, Srock, and Ssand treatments were 19.2%, 32.3%, and 29.0%, respectively. Meanwhile, the chamber thermal efficiencies were 14.7%, 14.5%, and 14.7%, respectively. |
| Kata kunci | Alat pengering energi surya, tipe rak, kolektor surya, bahan penyimpan panas |
| Pembimbing 1 | Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dr. Furqon, S.TP., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2025-07-08 13:01:11.93928 |