| NIM | I1C021070 |
| Namamhs | SHUNTIA MASLAHA |
| Judul Artikel | EVALUASI DOSIS OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN RAWAT JALAN PUSKESMAS CILONGOK 1 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Penggunaan obat antidiabetes oral perlu dievaluasi untuk memastikan ketepatan dosis. Puskesmas Cilongok 1 memiliki jumlah pasien DM tertinggi di Kabupaten Banyumas, sehingga evaluasi penggunaan obat perlu dilakukan. Penelitian ini bersifat deskriptif prospektif dan dilakukan selama 2 bulan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan catatan pengobatan pasien. Evaluasi ketepatan dosis berdasarkan pedoman terapi DM dari Perkeni tahun 2021. Sebanyak 72 pasien dianalisis, dengan mayoritas menggunakan terapi kombinasi (69,44%). Metformin merupakan obat yang paling banyak digunakan, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi. Ketepatan dosis obat mencapai 100% berdasarkan pedoman Perkeni tahun 2021. Penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien DM tipe 2 didominasi oleh terapi kombinasi, terutama metformin dan glimepiride. Ketepatan dosis berdasarkan pedoman Perkeni 2021 mencapai 100%, menunjukkan kesesuaian peresepan dengan pedoman terapi nasional. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease that requires long-term therapy. The use of oral antidiabetic drugs needs to be evaluated to ensure appropriate dosing. Puskesmas Cilongok 1 has the highest number of DM patients in Banyumas Regency, making drug use evaluation necessary. This study was a descriptive prospective study conducted over two months using purposive sampling. Data were collected from medical records and patient medication records. Dose appropriateness was evaluated based on the 2021 Perkeni guidelines. A total of 72 patients were analyzed, with most receiving combination therapy (69.44%). Metformin was the most commonly used drug, either as monotherapy or combination. All dosages were appropriate according to the Perkeni guidelines. The use of oral antidiabetic drugs in type 2 diabetes mellitus patients was dominated by combination therapy, particularly metformin and glimepiride. Dosage accuracy based on the 2021 Perkeni guidelines reached 100%, indicating full adherence to national therapeutic standards. |
| Kata kunci | Diabetes melitus tipe 2, antidiabetes oral, evaluasi dosis |
| Pembimbing 1 | apt. Heny Ekowati, M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | apt. Eva Dania Kosasih, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2025-07-03 10:56:21.342764 |
|---|