Artikel Ilmiah : I1D021042 a.n. FAUZYA RAHMA ANNISYA

Kembali Update Delete

NIMI1D021042
NamamhsFAUZYA RAHMA ANNISYA
Judul ArtikelHubungan Asupan Serat, Kadar Asam Urat, dan Stres Kerja dengan Kejadian Hipertensi
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu kondisi peningkatan tekanan darah yang terjadi dalam waktu yang lama. Hipertensi dapat dipengaruhi oleh gaya hidup, kemampuan fisik, dan pola makan. Terdapat 30,4% pegawai Rektorat yang menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan serat, kadar asam urat, dan stres kerja dengan kejadian hipertensi pada pegawai Rektorat Universitas Jenderal Soedirman.

Metode: Penelitian cross sectional terhadap 49 pegawai dengan usia 40 sampai 57 tahun menggunakan total sampling. Asupan serat diperoleh dengan SQ FFQ, kadar asam urat diukur menggunakan Easy Touch GCU Meter Device, tingkat stres kerja diperoleh dengan kuesioner K10. Data dianalisis dengan uji Spearman.

Hasil: Stres kerja (p=0,045) dan kadar asam urat pada laki-laki (p=0,011) memiliki hubungan dengan tekanan darah sistolik, sedangkan asupan serat tidak memiliki hubungan dengan tekanan darah sistolik (p=0,679). Selain itu, asupan serat (p=0,721), kadar asam urat (p=0,157), dan stres kerja (p=0,202) tidak berhubungan dengan tekanan darah diastolik.

Kesimpulan: Stres kerja dan kadar asam urat pada laki-laki memiliki korelasi dengan tekanan darah sistolik, sedangkan asupan serat tidak memiliki korelasi dengan tekanan darah sistolik, selain itu, asupan serat, kadar asam urat, dan stres kerja tidak memiliki korelasi dengan tekanan darah diastolik
Abtrak (Bhs. Inggris)Introduction: Hypertension is a condition of increased blood pressure that happens for a long time. Hypertension can be caused by lifestyle, physical ability, and diet. There are 30,4% of employees who have hypertension. This study aims to analyse the relationship between fiber intake, uric acid levels, and work stress with the incidence of hypertension in Jenderal Soedirman University Employee.

Methods: The cross-sectional study of 49 employees aged 40 to 57 years were used total sampling. Fiber intake was obtained with SQ-FFQ, uric acid levels were measured using Easy Touch GCU Meter Device, and work stress levels was obtained with K10 questionnaire. Data were analysed by Spearman test.

Results: Work stress (p=0,045) and uric acid levels in male (p=0,011) had an association with systolic blood pressure, while fiber intake had no association with systolic blood pressure (p=0,679). Moreover, fiber intake (p=0,721), uric acid level (p=0,157), and work stress (p=0,202) were not associated with diastolic blood pressure

Conclusion: Work stress and uric acid levels in male have a correlation with systolic blood pressure, while fiber intake has no correlation with systolic blood pressure. Moreover, fiber intake, uric acid levels, and work stress have no correlation with diastolic blood pressure.
Kata kunciasupan serat, hipertensi, kadar asam urat, pegawai, stres kerja
Pembimbing 1Izzati Nur Khoiriani, S.Gz., MPH., Dietisien
Pembimbing 2Nurrekta Yuristrianti DCN., M.Kes., Dietisien
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-05-22 09:14:41.712048
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.