Artikel Ilmiah : C1A009122 a.n. SERBIA SETIADJI

Kembali Update Delete

NIMC1A009122
NamamhsSERBIA SETIADJI
Judul ArtikelPERBANDINGAN TINGKAT PENETAPAN NJOP TANAH DENGAN HARGA PASAR TANAH DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN PURWOKERTO BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul : “ Perbandingan Penetapan NJOP Tanah dan Harga Pasar Tanah Dalam Kaitannya Dengan Potensi Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Purwokerto Barat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ASR sudah sesuai atau belum dengan yang ditetapkan oleh Direktur Pajak Bumi dan Bangunan , untuk mengetahui potensi pajak bumi dan bangunan yang masih bisa diterima oleh pemerintah daerah, dan untuk mengetahui Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah yang ditetapkan pada tingkat penilaian yang seragam atau tidak di Kecamatan Purwokerto Barat. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Purwokerto Barat dengan menggunakan data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan data harga pasar dari 60 transaksi jual beli tanah yang terjadi di Kecamatan Purwokerto Barat pada tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan metode penelitian sensus. Alat analisis yang digunakan yaitu Uji Assesment Sales Ratio (ASR), Tendensi Sentral, Pengukuran Koefisien Dispersi dan Koefisien Variasi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai ASR = 69,9 persen yang berarti nilai ASR di Kecamatan Purwokerto Barat belum sesuai dengan yang ditetapkan Direktur Pajak Bumi dan Bangunan dan terdapat potensi pajak bumi/tanah yang masih bisa diperoleh pemerintah sebesar 10,4 persen sampai dengan 30,4 persen atau sebesar Rp. 2.081.893,84 sampai dengan Rp. 6.085.535,84, serta nilai pengukuran variabilitas COD sebesar 20,18 persen dan COV sebesar 31,03 persen yang berarti Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Kecamatan Purwokerto Barat ditetapkan pada tingkat penilaian yang tidak seragam.
Implikasinya yaitu karena harga pasar sebagai dasar penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang bersifat dinamis atau selalu mengikuti perkembangan yang terjadi setiap saat, sedangkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bersifat statis, hendaknya KPP Pratama Purwokerto melakukan pendataan, penilaian dan pengkajian ulang agar data yang diperoleh lebih up to date, sehingga meningkatkan potensi penerimaan PBB oleh pemerintah. Pengkajian ulang juga harus dilakukan secara individual dan serentak agar penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) seragam untuk berbagai wilayah di Kecamatan Purwokerto Barat.
Abtrak (Bhs. Inggris)The study took the title : “Comparison of Determination of The Tax Object Sales Value (NJOP) of Land and Land Market Price in Relation with Potential of The Land and Building Tax in West Purwokerto Sub-district”. The purpose of this study to know whether Assessment Sales Ratio is suitable with regulated by the Director of Land and Building Tax, to know the potential of Land and Building Tax that can be accepted by local government, and to know whether the Tax Object Sales Value (NJOP) of land that regulated in the same level of assessment in West Purwokerto Sub-district. The research was conducted in West Purwokerto Sub-district used data Tax Object Sales Value of land and land market price data from 60 buying and selling land transactions that occurred in West Purwokerto Sub-district in 2011. This study used descriptive research methods wisth cencus research method. This analysis tools that used are Assessment Sales Ratio (ASR), Central Tendensy, Dispersion and Variation Coefficient.
Based on these result, it can be concluded that ASR value = 69,9 percent, which means ASR value in the West Purwokerto Sub-district can not suitable with regulated by Director of Land and Building Tax and there are potential for tax land property that can be obtained by government from 10,4 percent until 30,4 percent or Rp. 2.081.893,84 until Rp. 6.085.535,84 and the measurement variability of COD value is 20,18 percent and COV value 31,03 percent that means Tax Object Sales Value (NJOP) in West Purwokerto Sub-district regulated in the different level of assessment.
The implication is the market price as a basic for determining the Tax Object Sales Value (NJOP) is dynamic or always up to date, while the Tax Object Sales Value (NJOP) is static, KPP Pratama Purwokerto should collect data, assessment and reexamination to make data obtained can be more up to date, so it can increasing the potential for Land and Building Tax income by government. A reexamination should also be done individually and at the same time so determination of Tax Object Sales Value can be the same various areas in West Purwokerto Sub-district.
Kata kunciAssessment Sales Ratio, COD dan COV
Pembimbing 1Dra. Dijan Rahajuni, Msi
Pembimbing 2Drs. Rakhmat Priyono, ME
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.