Artikel Ilmiah : A1D021014 a.n. PRIMA PUTRA DINULHAQ

Kembali Update Delete

NIMA1D021014
NamamhsPRIMA PUTRA DINULHAQ
Judul ArtikelEFEKTIVITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN Fusarium oxysporum YANG DIPERBANYAK PADA BEBERAPA MEDIA PADAT TERHADAP ULAT GRAYAK Spodoptera frugiperda DI LABORATORIUM
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas pangan penting kedua setelah padi yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Namun, produktivitas jagung di Indonesia masih terhambat oleh serangan hama, salah satunya Spodoptera frugiperda. Hama ini bersifat invasif dan dilaporkan pertama kali di Indonesia pada tahun 2019. Pengendalian kimia yang selama ini digunakan memiliki dampak negatif seperti resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian ramah lingkungan adalah pemanfaatan jamur entomopatogen Fusarium oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas F. oxysporum yang diperbanyak pada beberapa jenis media padat terhadap mortalitas S. frugiperda di laboratorium. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan empat perlakuan media padat, yaitu PDA (kontrol), beras, jagung pecah, dan tepung beras, masing-masing dengan enam ulangan. Variabel yang diamati meliputi diameter koloni, kerapatan konidia, mortalitas larva, waktu kematian 50% (WK₅₀), dan kemampuan makan larva. Hasil menunjukkan bahwa media PDA menghasilkan pertumbuhan koloni dan kerapatan konidia tertinggi. Media jagung pecah menunjukkan efektivitas tertinggi terhadap mortalitas (78,33%) dan waktu WK₅₀ tercepat (5,167 hari). Media tepung beras paling efektif dalam menekan kemampuan makan larva. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis media perbanyakan berpengaruh terhadap efektivitas F. oxysporum dalam mengendalikan S. frugiperda. Oleh karena itu, pemanfaatan F. oxysporum yang diperbanyak pada media tepat dapat menjadi alternatif pengendalian hayati yang efisien dan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Maize (Zea mays L.) is the second most important food commodity after rice and plays a strategic role in national food security. However, maize productivity in Indonesia is still hampered by pest attacks, one of which is Spodoptera frugiperda. This pest is invasive and was first reported in Indonesia in 2019. Chemical control that has been used has negative impacts such as pest resistance and environmental pollution. One alternative environmentally friendly control is the use of the entomopathogenic fungus Fusarium oxysporum. This study aims to test the effectiveness of F. oxysporum propagated on several types of solid media on S. frugiperda mortality in the laboratory. The research was conducted using a non-factorial Randomized Group Design (RAK) with four solid media treatments, namely PDA (control), rice, cracked corn, and rice flour, each with six replicates. Variables observed included colony diameter, conidia density, larval mortality, time to 50% mortality (WK₅₀), and larval feeding ability. Results showed that PDA media produced the highest colony growth and conidia density. Broken corn media showed the highest effectiveness on mortality (78.33%) and the fastest WK₅₀ time (5.167 days). Rice flour media was most effective in suppressing larval feeding ability. The results of this study indicate that the type of propagation media affects the effectiveness of F. oxysporum in controlling larval feeding.
Kata kunciF. oxysporum, S. frugiperda, media padat, mortalitas, pengendalian
Pembimbing 1Dr. Ir. Endang Warih Minarni, M. P.
Pembimbing 2Dra. Nurtiati, M. S.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2025-05-19 18:05:15.797791
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.