Artikel Ilmiah : F1C009042 a.n. EKA KHUSWATUN KHASANAH
| NIM | F1C009042 |
|---|---|
| Namamhs | EKA KHUSWATUN KHASANAH |
| Judul Artikel | OPINI PUBLIK MENGENAI TATA RUANG KOTA PURWOKERTO SEBAGAI SALAH SATU ASPEK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tata ruang merupakan kunci kesuksesan suatu wilayah karena jika suatu wilayah atau kota tidak tertata dengan baik maka dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kekacauan, dan juga berbagai persoalan hidup lainnya. Untuk mewujudkan kehidupan kota yang harmonis, aman, nyaman, dan indah, Kota Purwokerto yang merupakan Ibukota Kabupaten Banyumas memfokuskan penataan ruangnya dalam dua zona yaitu zona lindung dan budidaya. Sebagai kota dualistik, Kota Purwokerto tidak dapat dilepaskan dari budaya, tata nilai, norma, serta gaya hidup yang tertanam di masyarakat. Oleh karenanya, perencanaan dan pemanfaatan ruang kota tidak lepas dari polemik positif serta negatif. Hal tersebutlah yang mendorong peneliti untuk meneliti “Opini Publik Mengenai Tata Ruang Kota Purwokerto sebagai Salah Satu Aspek Pembangunan Berkelanjutan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana opini publik mengenai tata ruang Kota Purwokerto sebagai salah satu aspek pembangunan berkelanjutan. Penelitian dilakukan di wilayah Purwokerto dengan sasaran penelitian meliputi pedagang kaki lima di Pasar Prathista Harsa dan Jensoed, pengunjung RTH, masyarakat yang terkena pelebaran jalan, akademisi, budayawan, Kabid Tata Ruang BAPPEDA Kab. Banyumas, serta Kabid Tata Ruang DCKKTR Kab. Banyumas. Adapun pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling dan teknik accidental. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi tidak berstruktur, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan model pendekatan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Validitas data yang digunakan model triangulasi sumber dan metode. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa opini yang diiberikan beragam, namun secara umum menilai bahwa penataan ruang yang dilakukan oleh Pemerintah Kab. Banyumas sudah cukup bagus. Opini yang diberikan masyarakat Kota Purwokerto dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pengalaman dalam berjualan, perasaan, serta pemahaman masing-masing individu terhadap penataan ruang. Opini yang muncul berkaitan dengan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial budaya yang masing-masing mempunyai keunggulan juga kekurangan. Demokratisasi tata ruang dan transparansi belum berjalan dengan baik, komunikasi belum dilakukan secara dua arah, dan belum tercapai sinergi antara pemerintah dan masyarakat sehingga tingkat partisipasi masyarakat masih kurang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Spatial planning is one of a key to make a successfull area, because if a region or city is not laid out well, it can cause discomfort, confusion, and other life issues. To reach a harmonious, safe, comfortable, and beautiful city, Purwokerto which is the capital of Banyumas focuses its spatial arrangement in two zones, protection and cultivation. As the dualistic city, Purwokerto can’t be separated from culture, values, norms, and lifestyles that are embedded in the community. Therefore, the planning and utilization of urban space can not be separated from the positive and negative polemic. That’s why researcher want to know how the "Public Opinion about the Spatial Planning of Purwokerto City as One Aspect of Sustainable Development". The purpose of this research is to determine how the public opinion about the spatial planning of Purwokerto City as one of the aspects of sustainable development. The research is conduct in the Purwokerto’s areas with the objectives such as Pratistha Harsa and Jensoed street vendors in the market, Green Opened Place’s visitors, people affected by road widening, academicst, cultural, Head of Spatial BAPPEDA District. Banyumas, and also the Head of Spatial DCKKTR District. Banyumas. The selection of informants using purposive sampling techniques and accidental techniques. Semi-structured interviews, unstructured observation, and documentation are used for data collection techniques. To analyze the data, researcher used a Miles and Huberman’s model of interactive data analyze. For making sure the validity, researcher uses sources and methods model of triangulations. The result from the research showed that there are various opinions, but generally considered that the spatial arrangement of the Government District Banyumas is good enough. Opinion that given by the people of Purwokerto is influenced by several factors such as the experience in selling, feeling, and understanding of each individual's spatial planning. Those opinions related with the ecological, economic, social and culture, that has advantages as well disadvantages. Spatial democratization and transparency have not been going well, 2-way communication has not worked, and has not achieved the synergy between government and society so the level of community participation is still lacking. |
| Kata kunci | Opini Publik, Tata Ruang, Purwokerto, Pembangunan Berkelanjutan |
| Pembimbing 1 | Drs. Ch. Herutomo, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Shinta Prastyanti, M.A. |
| Pembimbing 3 | Drs. Bambang Widodo, M.Par. |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 130 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |