Artikel Ilmiah : J1A021011 a.n. NI MADE DEWI CAHYADI

Kembali Update Delete

NIMJ1A021011
NamamhsNI MADE DEWI CAHYADI
Judul ArtikelFrom Words to Wounds: Translating Narrative Violence and Ideology in Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Menerjemahkan karya sastra ke dalam berbagai bahasa merupakan praktik umum untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dalam karya sastra, kekerasan sering kali berfungsi sebagai elemen pemicu yang dapat mengganggu pembaca, menjadikannya tantangan penting bagi penerjemah untuk menyampaikan sambil mempertahankan nuansa dari teks asli. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori adalah salah satu karya sastra yang menggambarkan kekerasan naratif dengan sangat baik. Novel ini menampilkan perjuangan para aktivis melawan pemerintahan otoriter selama era Orde Baru. Meneliti bagaimana kekerasan naratif diekspresikan kembali menjadi hal yang penting, karena bentuk-bentuk kekerasan tertentu mungkin tidak dapat diterima dalam bahasa sasaran, yang menyoroti pentingnya memahami sejauh mana seorang penerjemah secara setia mentransfer konten tersebut dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Penelitian ini dengan demikian mengkaji jenis-jenis kekerasan naratif berdasarkan teori kekerasan Slavoj Žižek dan menggali strategi penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam mentransfer kekerasan naratif dengan menggunakan konsep strategi penerjemahan dari Almjirab. Penelitian ini kemudian mengidentifikasi ideologi penerjemah dalam menyuarakan kembali kekerasan naratif melalui konsep foreignization dan domestication dari Venuti. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, peneliti melakukan analisis mendalam untuk mengungkap permasalahan yang diajukan. Temuan menunjukkan tiga jenis kekerasan: kekerasan subjektif (84%), kekerasan sistemik (14%), dan kekerasan simbolik (2%). Selain itu, ditemukan empat strategi penerjemahan: substitusi (63%), sensor atau penghilangan (20%), tabu untuk tabu (11%), dan eufemisme (6%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerjemah secara dominan menerapkan ideologi domestikasi, dengan mengadopsi pendekatan yang berorientasi pada bahasa sasaran untuk memastikan keterbacaan, penerimaan linguistik, dan resonansi emosional. Temuan ini menunjukkan bahwa domestikasi meningkatkan keterjangkauan teks bagi pembaca sasaran, meskipun berpotensi mengurangi unsur-unsur linguistik dan budaya dari teks sumber.
Abtrak (Bhs. Inggris)Translating literary works into various languages is a common practice to expand
wider audience. In literary works, violence often serves as an instigating element that might
unsettle readers, making it a critical challenge for translators to convey while maintaining the
nuances of the original text. The novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori is one such literary
work that best illustrates narrative violence. It depicts the struggle of activists against the
authoritarian government during the New Order era. Investigating how narrative violence is
re-expressed is essential, as certain forms of violence may not be acceptable in the target
language, which highlights the importance of understanding to what extent a translator
faithfully transfers such content from the source language to the target one. This study
accordingly examines the types of narrative violence based on Slavoj Žižek theory of violence
and digs into the translation strategies used by the translator in transferring the narrative
violence using Almjirab’s concept of translation strategies. The research then identifies the
translator’s ideology in revoicing narrative violence through Venuti’s concepts of
foreignization and domestication. Employing a qualitative descriptive approach, the
researcher conducts an in-depth analysis to reveal the proposed problems. The findings
unveil three types of violence: subjective violence (84%), systemic violence (14%), and
symbolic violence (2%). Moreover, four translation strategies were found: substitution (63%),
censorship or omission (20%), taboo for taboo (11%), and euphemism (6%). The study
concludes that the translator predominantly employed a domestication ideology, adopting a
target language-oriented approach to ensure readability, linguistic acceptance, and
emotional resonance. These findings show that domestication enhance the text’s
accessibility for the target audience while potentially diminishing the source text’s linguistic
and cultural elements.
Kata kuncitranslation studies; translation strategies; ideology of translation; taboo words; narrative violence
Pembimbing 1Dr. Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Dr. Raden Pujo Handoyo, S.S., M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2025-05-19 10:39:46.99956
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.