| NIM | J1A021029 |
| Namamhs | THARRA AZKIA DARMAWAN |
| Judul Artikel | Accuracy of Islamic Terms in Ayesha at Last |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Studi ini menganalisis teknik penerjemahan dan akurasi Istilah Islam dalam novel Ayesha at Last dengan menggunakan teori Molina dan Albir (2002) serta Penilaian Kualitas Terjemahan Nababan (2012). Studi ini berfokus pada 3 hal: jenis Istilah Islam, teknik penerjemahan yang digunakan, dan bagaimana teknik tersebut berkontribusi pada akurasi terjemahan. Studi ini menemukan 58 Istilah Islam yang masuk ke dalam empat kategori berdasarkan klasifikasi Suriadi (2018): istilah ibadah (46,5%), istilah keimanan (29,3%), istilah budaya (20,7%), serta istilah hukum dan fikih (3,5%). Kategori yang paling sering muncul adalah istilah ibadah, sedangkan yang paling jarang muncul adalah istilah hukum dan fikih. Dengan menggunakan teori Molina dan Albir, studi ini menemukan 10 teknik penerjemahan. Teknik yang paling sering muncul adalah pure borrowing (32.8%), sedangkan yang paling jarang muncul di antaranya adalah teknik literal translation, deskripsi dan amplifikasi (1,7% masing-masing). Penilaian akurasi oleh para penilai menggunakan teori Nababan menunjukkan bahwa hasil terjemahan 96.5% akurat, 3.5% kurang akurat, dan tidak ada yang tidak akurat. Studi ini juga menemukan korelasi antara teknik penerjemahan dan tingkat akurasi, di mana teknik seperti pure borrowing dan particularization berkontribusi positif terhadap akurasi, sementara generalisasi memberikan hasil positif-negatif, serta deskripsi berdampak negatif pada akurasi. Secara keseluruhan, penerjemah berhasil menyampaikan makna Istilah Islam kepada pembaca sasaran, sebagaimana dibuktikan oleh persentase tinggi hasil terjemahan akurat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research analyzes the translation techniques and accuracy of Islamic terms in the novel Ayesha at Last, using Molina and Albir’s theory (2002) for translation techniques and Nababan’s Translation Quality Assessment (2012) for accuracy. This study aims to address three main research questions: (1) the classification of Islamic terms found in the novel, (2) the translation techniques applied, and (3) the contribution of these techniques to the overall accuracy of the translation. The research identifies 58 Islamic terms and categorizes them into four groups based on Suriadi’s (2018) classification: act of worship terms (46.5%), faith terms (29.3%), cultural terms (20.7%), and law and jurisprudence terms (3.5%). Act of worship terms are the most frequent, while law and jurisprudence terms are the least frequent. Using Molina and Albir’s framework, the study identifies 10 translation techniques, with pure borrowing being the most common (32.8%) and techniques like literal translation, description, and amplification being the least frequent (1.7% each). The accuracy assessment, conducted with raters using Nababan’s theory, reveals that 96.5% of the translations are accurate, 3.5% are less accurate, and none are inaccurate. The research also finds a correlation between translation techniques and accuracy levels, with techniques like pure borrowing and particularization contributing positively to accuracy, while generalization has mixed results, and description negatively impacts accuracy. Overall, the translator is considered to have successfully conveyed the meaning of Islamic terms to the target audience, as evidenced by the high percentage of accurate translations. |
| Kata kunci | Keywords: Ayesha at Last, Islamic terms, Novel Translation, Translation Accuracy, Translation Studies, Translation Techniques. |
| Pembimbing 1 | Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li. |
| Pembimbing 2 | Hanifa Pascarina, S.S., M.Hum |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2025-05-19 10:37:43.147465 |
|---|