Artikel Ilmiah : F1B021063 a.n. FADHILA SALMA ARZETTI

Kembali Update Delete

NIMF1B021063
NamamhsFADHILA SALMA ARZETTI
Judul ArtikelKinerja Pelaksana Program Gerakan Mayuh Sekolah Maning dalam Upaya Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2023 di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Masalah dan tantangan yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia adalah layanan pendidikan yang masih belum merata. Pendidikan yang masih belum merata menjadi salah satu penyebab angka anak tidak sekolah masih tinggi. Kabupaten Banyumas dengan jumlah ATS sebanyak 15.229 tahun 2024, berupaya menangani anak tidak sekolah melalui program replikasi dari Bappenas dengan tagline Gerakan Mayuh Sekolah Maning. Penelitian ini berfokus pada kinerja pelaksana program menggunakan lima dimensi Agus Dwiyanto yang terdiri dari produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, dan responsibilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Sampel pelaksana program dipilih melalui metode sensus sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelaksana program Gerakan Mayuh Sekolah Maning di Kabupaten Banyumas secara umum tergolong sedang dengan persentase 56,25%. Persentase yang diperoleh dalam setiap dimensi yaitu dimensi produktivitas memiliki persentase 71,9% tergolong dalam kategori sedang. Dimensi kualitas layanan memiliki persentase 75% yang tergolong sedang. Dimensi responsivitas memiliki persentase 75% masuk dalam kategori sedang. Dimensi responsibilitas memiliki persentase 71,9% yang tergolong sedang. Dimensi akuntabilitas memiliki persentase 75% yang masuk dalam kategori sedang.
Abtrak (Bhs. Inggris)The problems and challenges faced by education in Indonesia are that education services are still uneven. Unequal education is one of the reasons why the number of out-of-school children is still high. Banyumas Regency, with a total of 15,229 ATS in 2024, is trying to deal with out-of-school children through a replication program from Bappenas with the tagline Gerakan Mayuh Sekolah Maning. This research focuses on the performance of program implementers using Agus Dwiyanto's five dimensions of productivity, service quality, responsiveness, and responsibility. The method used in this research is descriptive quantitative method with data collection through questionnaires, interviews, and documentation. The sample of program implementers was selected through the census method as many as 32 respondents. The results showed that the performance of the Mayuh Sekolah Maning Movement program implementers in Banyumas Regency was generally classified as moderate with a percentage of 56.25%. The percentage obtained in each dimension, namely the productivity dimension, has a percentage of 71.9% which is classified as moderate. The service quality dimension has a percentage of 75% which is classified as moderate. The responsiveness dimension has a percentage of 75% in the moderate category. The responsibility dimension has a percentage of 71.9% which is classified as moderate. The accountability dimension has a percentage of 75% which is in the medium category.
Kata kunciKinerja Organisasi Publik, Penanganan Anak Tidak Sekolah, Program Penanganan Anak Tidak Sekolah, Pengentasan Kemiskinan, Gerakan Mayuh Sekolah Maning
Pembimbing 1Tobirin
Pembimbing 2Shadu Satwika Wijaya
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2025-05-16 11:53:46.496572
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.