| NIM | F1F021033 |
| Namamhs | FIDELA RAMADHANIA SETIADIPUTRI |
| Judul Artikel | Analisis Kebijakan Luar Negeri Jepang Terkait Pembuangan Air Limbah Nuklir Fukushima Tahun 2023 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Sepuluh tahun pasca Fukushima accident yang terjadi pada 2011, kekhawatiran terhadap bahaya radiasi masih terus menghantui wilayah Fukushima, terutama pada bidang pertanian, perikanan, hingga pariwisata. Penonaktifan yang dilakukan oleh perusahaan TEPCO terhadap Fukushima Daiichi sangat penting untuk terus dilakukan demi mendorong upaya rekonstruksi dan revitalisasi wilayah Fukushima. Di tengah penolakan publik domestik, khususnya oleh asosiasi perikanan nasional Jepang atau yang biasa disebut sebagai FCA, pemerintah Jepang menyetujui rencana untuk membuang air limbah nuklir menuju laut yang diproduksi oleh Fukushima Daiichi pada tanggal 13 April 2021. Meskipun FCA sebagai pemangku kepentingan domestik yang terdampak secara langsung dapat dikatakan telah melakukan penolakan yang sangat kuat secara tersirat maupun tersurat, pemerintah Jepang memilih untuk meningkatkan legitimasinya terkait dengan kebijakan pembuangan air limbah nuklir bersama TEPCO dan IAEA. Dalam politik domestik dan oposisi dalam foreign policy decision making, terdapat empat alasan yang akan mungkin memengaruhi penolakan aspirasi publik oleh suatu negara terhadap kebijakan luar negerinya, yaitu bentuk pengabaian, taktik langsung, taktik tidak langsung dan kompensasi. Melalui pendekatan tersebut dengan metode deskriptif kualitatif, FCA dapat dikatakan sebagai kelompok oposisi lemah sehingga pemerintah Jepang memilih untuk melakukan tindakan pengabaian dalam merespons aspirasi publik yang muncul. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ten years after the Fukushima accident that occurred in 2011, concerns about radiation hazards still haunt the Fukushima region, especially in the fields of agriculture, fisheries, and tourism. TEPCO's decommissioning of Fukushima Daiichi is crucial to continue to encourage reconstruction and revitalization efforts in the Fukushima region. Amid domestic public opposition, particularly by Japan's national fisheries association (FCA), the Japanese government approved a plan to discharge nuclear wastewater into the sea produced by Fukushima Daiichi on April 13, 2021. Although the FCA as a directly affected domestic stakeholder can be said to have made a very strong rejection implicitly or explicitly, the Japanese government chose to increase its legitimization related to the nuclear wastewater disposal policy with TEPCO and the IAEA. In domestic politics and opposition in foreign policy decision making, there are four reasons that will likely influence a state's abandonment of public aspirations for its foreign policy, namely forms of abandonment, direct tactics, indirect tactics and compensation. Through this approach with a qualitative descriptive method, the FCA can be said to be a weak opposition group so that the Japanese government chooses to take an act of neglect in responding to public aspirations that arise. |
| Kata kunci | Kebijakan Luar Negeri, Fukushima, Limbah Nuklir, Politik Domestik, Jepang, FCA. |
| Pembimbing 1 | Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.SI |
| Pembimbing 2 | Kholifatus Saadah, S.Hub.Int., M.Hub.Int |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 73 |
| Tgl. Entri | 2025-05-16 10:27:55.659899 |
|---|