Artikel Ilmiah : K1C021012 a.n. RISMA SAWALINA JAUHARI

Kembali Update Delete

NIMK1C021012
NamamhsRISMA SAWALINA JAUHARI
Judul ArtikelANALISIS PEMBENTUKAN AWAN KONVEKTIF MENGGUNAKAN METODE RAOB
(Studi Kasus Banjir Daerah Istimewa Yogyakarta 17 Maret 2019)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Banjir yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada 17 Maret 2019 disebabkan
oleh tingginya intensitas hujan akibat pengaruh topan "Savannah." Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan awan konvektif yang
berkontribusi terhadap terjadinya banjir menggunakan metode Program Observasi
Rawinsonde (RAOB) dan kecocokan penggunaan data Radiosonde untuk Daerah
Istimewa Yogyakarta. Data yang dipakai dalam penelitian ini mencakup data
radiosonde dari Stasiun Meteorologi Cilacap, citra satelit Himawari-8, serta data
curah hujan dari Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM). Analisis dilakukan
dengan mengevaluasi parameter atmosfer seperti suhu, tekanan, kelembapan, dan
kecepatan angin untuk menentukan nilai indeks labilitas atmosfer, termasuk K-
Indeks, Total-Totals Indeks, dan SWEAT-Indeks. Selain itu, data citra satelit
digunakan untuk mendeteksi pertumbuhan awan konvektif berdasarkan suhu
puncak awan, sementara data curah hujan dipetakan menggunakan perangkat lunak
ArcGIS untuk memverifikasi dampak pembentukan awan konvektif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada tanggal 17 Maret 2019 terjadi peningkatan
signifikan dalam aktivitas konvektif, yang ditandai dengan nilai indeks labilitas
atmosfer dalam kategori sedang hingga tinggi serta suhu puncak awan yang
mencapai -80°C, menandakan terjadinya awan Cumulonimbus. Namun, analisis
membuktikan bahwa pemakaian data radiosonde dari Cilacap kurang cocok untuk
pengamatan atmosfer di Yogyakarta mengingat jarak stasiun yang cukup jauh.
Penelitian ini mengonfirmasi adanya peran penting pertumbuhan awan konvektif
dalam kejadian banjir dan menekankan pentingnya pemantauan atmosfer dengan
data radiosonde yang lebih representatif guna meningkatkan akurasi prediksi cuaca
ekstrem di kawasan tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)The flood that hit the Special Region of Yogyakarta on March 17, 2019 was caused
by the high intensity of rain due to the influence of typhoon “Savannah.” This study
aims to analyze the process of convective cloud formation that contributes to
flooding using the Rawinsonde Observation Program (RAOB) method and the
suitability of using Radiosonde data for the DIY region. The data used in this study
include radiosonde data from Cilacap Meteorological Station, Himawari-8 satellite
images, and rainfall data from the Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM).
The analysis was conducted by evaluating atmospheric parameters such as
temperature, pressure, humidity, and wind speed to determine the value of
atmospheric lability indices, including K-Index, Total-Totals Index, and SWEAT-
Index. In addition, satellite image data was used to detect convective cloud growth
based on cloud-top temperatures, while rainfall data was mapped using ArcGIS
software to verify the impact of convective cloud formation. The results showed that
on March 17, 2019 there was a significant increase in convective activity,
characterized by atmospheric lability index values in the medium to high category
and cloud-top temperatures reaching -80°C, signaling the occurrence of
Cumulonimbus clouds. However, the analysis proved that the use of radiosonde
data from Cilacap is less suitable for atmospheric observations in Yogyakarta given
the long distance between the stations. This study confirms the important role of
convective cloud growth in flood events and emphasizes the importance of
atmospheric monitoring with more representative radiosonde data to improve the
accuracy of extreme weather predictions in the region.
Kata kunciAwan Konvektif, RAOB, Radiosonde, Citra Satelit Himawari-8, Curah Hujan, Banjir Yogyakarta
Pembimbing 1Wihantoro, S.Si., M.Sc
Pembimbing 2Rahmad Tauladani, S.Si., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman63
Tgl. Entri2025-05-16 10:05:07.318709
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.