Artikel Ilmiah : E1A021240 a.n. NISRINA AULIA

Kembali Update Delete

NIME1A021240
NamamhsNISRINA AULIA
Judul ArtikelIMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM REHABILITASI SOSIAL BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM PEMENUHAN HAK ANAK
(Studi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Anak memiliki keterbatasan dalam memahami dan melindungi dirinya sehingga meningkatnya peluang anak berkaitan dengan hukum. Perhatian utama dalam penelitian ini adalah anak berhadapan dengan hukum sebagai korban kekerasan seksual. Komisi Perlindungan anak Daerah Kota Bekasi mencatat tahun 2022 hingga 2023 terdapat 69 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Menanggulangi permasalahan tersebut, Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bersifat memulihkan dan memberikan hak anak untuk mendapatkan kehidupan yang baik, yakni melalui program rehabilitasi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi hukum program rehabilitasi sosial bagi anak korban kekerasan seksual di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan metode kualitatif dan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Informan dipilih melalui purposive sampling serta pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi, kepustakaan, observasi. Penyajian data dengan teks naratif dan matriks data kualitatif. Metode analisis data dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang dilihat dari 8 parameter yaitu, pendekatan Awal; Asesmen; Penyusunan Rencana Intervensi; Pelaksanaan Intervensi; Monitoring dan Evaluasi; Rujukan; Reintegrasi Sosial dan Laporan menunjukan implementasi program rehabilitasi sosial bagi anak korban kekerasan seksual di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi terlaksana dengan baik adapun tantangan dalam pelaksanaanya. Faktor yang memengaruhi implementasi, yakni faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukungnya yaitu, regulasi yang lengkap, sarana dan prasarana yang lengkap, penanganan dan pendampingan dilakukan oleh profesional serta anggaran yang sangat memadai. Faktor penghambatnya yaitu, kurangnya tingkat kooperatif pihak klien dalam kegiatan pelayanan, klien yang tertutup dan tidak mau menerima program rehabilitasi sosial serta penolakan kembali anak korban ke lingkungannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Children`s limitations in understanding and protecting themselves, thus increasing the chances of children coming into contact with the law. The main concern in this study is that children face the law as victims of sexual violence. The Bekasi City Regional Child Protection Commission noted that from 2022 to 2023 there were 69 cases of sexual violence against children. To overcome this problem, the Government issued a policy that is restorative and provides children with the right to a good life, namely through a social rehabilitation program. This study aims to analyze the implementation of the law on the social rehabilitation program for child victims of sexual violence at the Pangudi Luhur Bekasi Integrated Center and the factors that tend to influence it. This research is an empirical legal research with qualitative methods and descriptive research specifications. Data sources use primary and secondary data. Informants were selected through purposive sampling and data collection through interviews, documentation, literature, observation. Data presentation with narrative text and qualitative data matrices. Data analysis method with qualitative data analysis. The results of the study were seen from 8 parameters, namely, Initial approach; Assessment; Preparation of Intervention Plan; Implementation of Intervention; Monitoring and Evaluation; References; Social Reintegration and Reports show that the implementation of the social rehabilitation program for child victims of sexual violence at the Pangudi Luhur Bekasi Integrated Center has been carried out well, but there are challenges in its implementation. Factors that influence implementation are supporting and inhibiting factors. The supporting factors are complete regulations, complete facilities and infrastructure, handling and assistance carried out by professionals and a very adequate budget. The inhibiting factors are the lack of cooperation from clients in service activities, clients who are closed and unwilling to accept the social rehabilitation program and the rejection of child victims returning to their environment.
Kata kunciAnak Korban Kekerasan Seksual, Hak Anak, Rehabilitasi Sosial
Pembimbing 1Alef Musyahadah Rahmah, S.H., M.H.
Pembimbing 2Lintang Ario Pambudi, S.,H., M.H.
Pembimbing 3Nuraini Ajeng Tri Utami, S.H., M.H.
Tahun2025
Jumlah Halaman28
Tgl. Entri2025-05-15 15:56:54.758274
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.