Artikel Ilmiah : H1C020028 a.n. HARISA RAFLI FAJRULLAH

Kembali Update Delete

NIMH1C020028
NamamhsHARISA RAFLI FAJRULLAH
Judul ArtikelPemetaan Geologi Bawah Permukaan dan Perhitungan Sumber Daya Hidrokarbon pada Sub-Cekungan Tarakan, Kalimantan Utara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sub-Cekungan Tarakan berpeluang besar untuk kembali menjadi sumber utama produksi
minyak dan gas bumi di Indonesia. Untuk mewujudkan potensi ini dan mendukung
kemandirian energi nasional, kegiatan eksplorasi dan penelitian geologi menjadi pilihan
yang menarik. Data Kementerian ESDM tahun 2021 menunjukkan cadangan minyak
Indonesia sebesar 3,95 miliar barel dan gas bumi sebesar 60,61 triliun kaki kubik. Tanpa
penemuan baru, cadangan ini diperkirakan akan habis dalam 9 tahun (minyak) dan 18 tahun
(gas). Pemetaan geologi bawah permukaan Sub-Cekungan Tarakan, menggunakan data
sumur dan seismik, mengungkapkan siklus perubahan lingkungan pengendapan dari
penurunan muka laut (regresi) ke kenaikan muka laut (transgresi) yang berulang sejak
Oligosen Akhir hingga Pliosen. Perubahan ini mengakibatkan variasi lingkungan dari laut
dalam ke dangkal, lalu ke darat, dan kembali lagi ke laut dalam, yang menyebabkan
perubahan jenis sedimen (Sedimentary Switching) dan menghasilkan lapisan batuan dengan
percampuran sedimen laut dalam (serpih dan batugamping) dan sedimen darat (klastik dari
lingkungan delta). Semakin tebal endapan sedimen, semakin besar kemungkinan akumulasi
hidrokarbon. Sesar tumbuh (Growth fault) di cekungan ini juga berperan sebagai jalur
migrasi dan perangkap hidrokarbon. Pada lapisan Pliosen, yang ditunjukkan oleh data sumur
dan peta bawah permukaan sebagai lingkungan delta, teridentifikasi potensi sumber daya gas
awal di tempat (OGIP) sebesar 185,80 BSCF dan minyak awal di tempat (OOIP) sebesar
226,79 MMSTB.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Tarakan Sub-basin has a significant potential to once again become a primary source of
oil and natural gas production in Indonesia. To realize this potential and support national
energy independence, exploration activities and geological research are compelling options.
Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2021 indicated that
Indonesia's oil reserves were 3.95 billion barrels and natural gas reserves were 60.61 trillion
cubic feet. Without new discoveries, these reserves are projected to be depleted within the
next 9 years (for oil) and 18 years (for gas). Subsurface geological mapping of the Tarakan
Sub-basin, utilizing well and seismic data, reveals recurring cycles of depositional
environment changes from sea-level fall (regression) to sea-level rise (transgression) since
the Late Oligocene to the Pleistocene. These changes resulted in environmental variations
from deep marine to shallow marine, then to land, and back to deep marine, causing shifts in
sediment types (Sedimentary Switching) and producing rock layers with interbedded deep
marine sediments (shale and limestone) and terrestrial sediments (clastics from deltaic
environments). The thicker the sediment deposits, the greater the possibility of hydrocarbon
accumulation. Growth faults in this basin can also act as migration pathways and traps for
hydrocarbons. In the Pliocene layer, which well data and subsurface maps indicate as a
deltaic environment, significant original gas in place (OGIP) resources of 185.80 BSCF and
original oil in place (OOIP) resources of 226.79 MMSTB have been identified.
Kata kunciCekungan Tarakan, Peta Struktur Kedalaman, Pengendapan Sedimen, Sesar Tumbuh, Prospek dan lead, Perhitungan Sumber Daya Hidrokarbon.
Pembimbing 1Eko Bayu Purwasatriya
Pembimbing 2Sachrul Iswahyudi
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-05-02 13:09:39.840814
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.