Artikel Ilmiah : I1A021024 a.n. NURLELA

Kembali Update Delete

NIMI1A021024
NamamhsNURLELA
Judul ArtikelSTUDI PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO HIPOTENSI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMBIR TAHUN 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Temuan kasus hipotensi sebesar 16% pada remaja di Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Kondisi ini juga menimbulkan dugaan adanya kasus serupa di desa lain dalam wilayah kerja Puskesmas Lumbir yang belum terdeteksi akibat keterbatasan pemeriksaan rutin. Beberapa faktor risiko, baik internal seperti jenis kelamin dan riwayat penyakit dalam keluarga (genetik), maupun eksternal seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kebiasaan sehari-hari, turut berperan dalam kejadian hipotensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipotensi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipotensi pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lumbir.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 160 remaja menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengambilan data berupa kuesioner serta pengukuran tekanan darah dilakukan untuk menentukan status hipotensi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian hipotensi, sedangkan variabel independennya meliputi jenis kelamin, riwayat kesehatan keluarga, status sosial ekonomi, pengetahuan, aktivitas fisik, pola makan, kualitas tidur, dan status gizi. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat menggunakan Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Prevalensi hipotensi pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Lumbir adalah 56,9% (91 dari 160 remaja). Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipotensi meliputi jenis kelamin perempuan (p-value = 0,043), riwayat penyakit kardiovaskular pada keluarga (p-value = 0,003), aktivitas fisik kurang (p-value = 0,031), dan kualitas tidur (p-value = 0,001). Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian hipotensi berupa kualitas tidur yang buruk (POR = 5,010), jenis kelamin perempuan (POR = 3,905), riwayat penyakit kardiovaskular pada keluarga (POR = 3,078), dan status gizi kurang (POR = 2,221).
Kesimpulan: Prevalensi hipotensi di wilayah kerja Puskesmas Lumbir cukup tinggi dan faktor yang paling dominan adalah kualitas tidur, di mana remaja dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih dari lima kali lipat untuk mengalami hipotensi dibandingkan dengan remaja yang memiliki kualitas tidur baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background:
The finding of a 16% hypotension rate among adolescents in Cingebul Village, Lumbir District, indicates a health issue that requires attention. This condition also suggests the possibility of similar undetected cases in other villages within the working area of Lumbir Public Health Center due to limited routine examinations. Several risk factors, both internal such as gender and family history of disease (genetics), and external such as diet, physical activity, sleep quality, and daily habits, contribute to the incidence of hypotension. This study aimed to determine the prevalence of hypotension and the factors influencing its occurrence among adolescents in the working area of Lumbir Public Health Center.
Methods:
This research used a cross-sectional study design with a sample of 160 adolescents selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires and blood pressure measurements to determine hypotension status. The dependent variable was the incidence of hypotension, while the independent variables included gender, family health history, socioeconomic status, knowledge, physical activity, dietary patterns, sleep quality, and nutritional status. Data analysis was conducted through univariate analysis, bivariate analysis using Chi-square tests, and multivariate analysis using logistic regression.
Results:
The prevalence of hypotension among adolescents in the working area of Lumbir Public Health Center was 56.9% (91 out of 160 adolescents). Factors significantly associated with hypotension included female gender (p-value = 0.043), a family history of cardiovascular disease (p-value = 0.003), low physical activity (p-value = 0.031), and poor sleep quality (p-value = 0.001). Factors influencing the occurrence of hypotension were poor sleep quality (POR = 5.010), female gender (POR = 3.905), family history of cardiovascular disease (POR = 3.078), and undernutrition (POR = 2.221).
Conclusion:
The prevalence of hypotension in the working area of Lumbir Public Health Center is relatively high, with poor sleep quality being the most dominant risk factor. Adolescents with poor sleep quality have more than a fivefold increased risk of developing hypotension compared to those with good sleep quality.
Kata kunciHipotensi, remaja, prevalensi, faktor risiko, kualitas tidur
Pembimbing 1Devi Octaviana, S.Si., M.Kes.
Pembimbing 2Novita Endang Fitriyani, S.K.M., M. Kes (Epid).
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-05-02 12:05:14.304052
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.