Artikel Ilmiah : F1C021056 a.n. NUR RIZKY INTAN NABILLATI

Kembali Update Delete

NIMF1C021056
NamamhsNUR RIZKY INTAN NABILLATI
Judul ArtikelAnalisis Resepsi Isu Boikot di X Oleh Pelanggan Starbucks Purwokerto (Studi Kasus Mahasiswa FISIP Unsoed)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keyword:
Starbucks
Media Sosial
Analisis Resepsi
Isu Boikot
Loyalitas Pelanggan
Studi ini menganalisis resepsi atau pemaknaan pelanggan Starbucks
Purwokerto terhadap isu boikot yang berkembang di media sosial X.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis
resepsi yang dikemukakan oleh Stuart Hall. Teori ini berfokus pada
pemaknaan khalayak atas media massa dan bagaimana
menginterpretasikan kembali isi pesan media. Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, dengan
pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan tiga posisi resepsi
pelanggan yaitu Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position,
dan Oppositional Position. Pada Dominant Hegemonic Position,
pelanggan menerima isu boikot sesuai dengan pesan yang
disampaikan di media sosial. Pada Negotiated Position, pelanggan
menerima sebagian pesan namun menyesuaikannya dengan
konteks pribadi. Sedangkan pada Oppositional Position, pelanggan
menolak pesan boikot dan memiliki pandangan yang berbeda.
Penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial, budaya, dan
pengalaman individu memengaruhi resepsi pelanggan terhadap isu
boikot. Temuan ini memberikan gambaran tentang bagaimana media
sosial memengaruhi persepsi konsumen terhadap merek global
seperti Starbucks.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study analyzes the reception or interpretation of Starbucks
Purwokerto customers regarding the boycott issue circulating on the
social media platform X. The theoretical framework used in this
research is Stuart Hall's reception analysis theory, which focuses on
how audiences interpret and reinterpret media messages. This
research employs a descriptive qualitative approach, with data
collected through observation and in-depth interviews. The findings
reveal three reception positions among customers: Dominant
Hegemonic Position, Negotiated Position, and Oppositional Position.
In the Dominant Hegemonic Position, customers fully accepted the
boycott issue as conveyed on social media. In the Negotiated Position, customers partially accepted the message but adapted it to
their personal context. Meanwhile, in the Oppositional Position,
customers rejected the boycott message and held opposing views.
This study highlights that social, cultural, and individual experiences
significantly influence how customers interpret the boycott issue. The
findings provide insights into how social media shapes consumer
perceptions of global brands such as Starbucks
Kata kunciStarbucks, Media Sosial, Analisis Resepsi, Isu Boikot, Loyalitas Pelanggan
Pembimbing 1Dr. Shinta Prastyanti, S. IP., M.A
Pembimbing 2Dr. S. Bekti Istiyanto, S.Sos., M. Si
Pembimbing 3Petrus Imam Prawoto Jati, S.Sos., M.I.Kom
Tahun2025
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2025-04-17 13:09:30.535743
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.