| NIM | E1A021109 |
| Namamhs | NURLIZA NOVITA DEWI |
| Judul Artikel | Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Bagi Wanita Tuna Susila (WTS) Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial (Studi di Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Wanita Tuna Susila (WTS) merupakan penyakit sosial yang harus ditangani oleh pemerintah. Rehabilitasi sosial merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial melalui pembinaan secara mental dan pelatihan keterampilan dengan tujuan agar mereka dapat hidup mandiri dimasa depan dan tidak kembali pada pekerjaan yang lama sebagai WTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program rehabilitasi sosial bagi WTS dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan menganalisis faktor pendorong dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan program rehabilitasi sosial bagi WTS dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif dengan informan pengelola dan penerima manfaat di PPSW “Wanodyatama” Surakarta. Metode penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi sosial bagi WTS dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di PPSW “Wanodyatama” Surakarta sudah dilaksanakan dengan baik, namun belum maksimal karena adanya faktor internal dari penerima manfaat yang didapati kembali bekerja sebagai WTS setelah kembali ke masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari 4 (empat) parameter meliputi: pelaksanaan tahap pendekatan awal dan asesmen sudah terlaksana dengan baik; pelaksanaan tahap perencanaan layanan sosial dan implementasi sudah terlaksana dengan baik; pelaksanaan tahap monitoring dan evaluasi belum terlaksana secara maksimal; pelaksanaan tahap pascalayanan dan terminasi sudah terlaksana dengan baik. Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Bagi WTS dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung seperti, adanya aturan terkait rehabilitasi sosial, pekerja sosial yang berkompeten, adanya kerjasama dengan stakeholder, serta beberapa faktor penghambat seperti, penerima manfaat mengalami gangguan psikotik, penerima manfaat tidak mau mematuhi aturan, penerima manfaat yang sulit dijangkau. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Female sexual immorality is a social disease that must be addressed by the government. Social rehabilitation is one of the efforts to realize social welfare through mental development and skills training with the aim that they can live independently in the future and not return to their old job as a prostitute. This study aims to analyze the implementation of social rehabilitation programs for prostitutes in realizing social welfare and analyze the driving and inhibiting factors that affect the implementation of social rehabilitation programs for prostitutes in realizing social welfare. This study uses qualitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive research specifications with informants managers and beneficiaries in the women's Social Services “Wanodyatama” Surakarta—the process of determining informants using purposive sampling techniques. Types and sources of data include primary data and secondary data. Presentation of data in the form of narrative texts and methods of qualitative analysis. The results showed that the implementation of social rehabilitation programs for prostitutes in realizing social welfare in the women's Social Service Center “Wanodyatama” Surakarta has been implemented well, but not maximized due to internal factors of beneficiaries who were found to be working as prostitutes after returning to the community. This can be seen from four parameters the initial approach and assessment are well implemented; social service planning and implementation are well implemented; monitoring and evaluation are well implemented, but not maximized; post-service and termination are well implemented. The implementation of social rehabilitation programs for prostitutes in realizing social welfare is influenced by several supporting factors such as the existence of rules related to social rehabilitation, competent social workers, and cooperation with stakeholders, as well as several inhibiting factors such as beneficiaries experiencing psychotic disorders, beneficiaries unwilling to comply with the rules, beneficiaries who are difficult to reach. |
| Kata kunci | Wanita Tuna Susila; Pekerja Sosial; Rehabilitasi Sosial; Kesejahteraan Sosial |
| Pembimbing 1 | Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Alef Musyahadah Rahmah, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Ulil Afwa, S.H., M.H. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 26 |
| Tgl. Entri | 2025-04-17 11:21:46.658021 |
|---|