| NIM | E1A021190 |
| Namamhs | AULIA SAVIRA PUTRI |
| Judul Artikel | IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM VAKSINASI PRA-MARITAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Puskesmas Mrebet Purbalingga)
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penyakit tetanus merupakan salah satu penyebab kematian yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi pra-marital bertujuan memberikan perlindungan bagi calon pengantin wanita dan mempersiapkan mereka untuk kehamilan yang sehat, sehingga mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi akibat infeksi tetanus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum program vaksinasi pra-marital dalam pelayanan kesehatan dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya di Puskesmas Mrebet Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan metode pendekatan kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dan studi pustaka. Informan dipilih melalui purposive sampling. Metode pengolahan data meliputi reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Analisis data menggunakan metode content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program vaksinasi pra-marital dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Mrebet Purbalingga telah terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan parameter sebagai berikut: pelayanan vaksinasi pra-marital yang telah sesuai dengan standar pelayanan operasional; tersedianya sumber daya manusia yang kompeten dalam memberikan vaksinasi pra-marital; dan tersedianya stok vaksin pra-marital yang lengkap di Puskesmas Mrebet Purbalingga. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi tersebut dapat dibedakan menjadi 2 (dua) faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung antara lain adanya SK Kepala Puskesmas Nomor 23 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Program Imunisasi di UPTD Puskesmas Mrebet, Bidan yang sudah kompeten dalam memberikan vaksinasi pra-marital dan sarana dan prasarana yang sangat lengkap dalam menunjang vaksinasi pra-marital. Faktor penghambat antara lain masih banyak calon pengantin yang takut efek samping dari vaksinasi, masih ditemukan pernikahan yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA), dan sedikitnya peserta yang mengikuti sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi pra-marital |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tetanus disease are among the causes of death that can be prevented by vaccination. The pre-marital vaccination program aims to protect brides-to-be and prepare them for a healthy pregnancy, thereby reducing maternal and infant mortality due to tetanus infection. This study aims to analyze the implementation of the pre-marital vaccination program in health services and the factors that influence its implementation at the Puskesmas Mrebet Purbalingga. This study is an empirical juridical research with a qualitative approach and descriptive research specification. The data used includes primary and secondary data obtained from interviews and literature studies. Informants selected through purposive sampling. Data processing methods include data reduction, data display, and data categorization. Data presentation is in the form of qualitative matrices and narrative text. Data analysis using content analysis and comparative analysis. The results showed that the pre-marital vaccination program in health services at the Puskesmas Mrebet Purbalingga has been implemented well. This is evidenced by the following parameters: pre-marital vaccination services that are by operational service standards; the availability of competent human resources in providing pre-marital vaccinations; and an adequate supply of vaccines at the Puskesmas Mrebet Purbalingga. The factors influencing this implementation can be categorized into 2 (two) factors: supporting factors and inhibiting factors. Supporting factors include Surat Kepala Puskesmas Nomor 23 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Program Imunisasi di UPTD Puskesmas Mrebet, midwives who are competent in providing pre-marital vaccinations, and the essential facilities and infrastructure that facilitate the delivery of this service. The inhibiting factors include apprehensions among prospective brides regarding potential side effects of vaccinations, unregistered marriages at the Kantor Urusan Agama (KUA), and low participation who take part in socialization about the importance of pre-marital vaccination. |
| Kata kunci | Calon Pengantin Perempuan; Pelayanan Kesehatan; Vaksin Pra-Marital. |
| Pembimbing 1 | Nayla Alawiya, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Enny Dwi Cahyani, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2025-03-14 10:39:51.208597 |
|---|