Artikel Ilmiah : E1A020002 a.n. NGISMATUN NISA
| NIM | E1A020002 |
|---|---|
| Namamhs | NGISMATUN NISA |
| Judul Artikel | PEMBERATAN SANKSI PIDANA TERHADAP RESIDIVIS ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN (Studi Kasus Putusan Nomor 35/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Clp) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTAK Pemberatan sanksi pidana merupakan penambahan ancaman pidana terhadap pelaku kejahatan disebabkan karena faktor tertentu. Salah satu faktor pemberatan sanksi pidana adalah recidive atau pengulangan tindak pidana. Penelitian ini menganalisis mengenai ancaman maksimal bagi residivis anak dalam tindak pidana persetubuhan pada Putusan Nomor 35/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Clp dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskripstif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Metode pengumpulan bahan hukum dengan studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif dan disajikan dengan teks naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberatan sanksi pidana terhadap seorang residivis anak dalam kasus ini sesuai dengan ketentuan Pasal 81 ayat (4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 yaitu sanksi pidana ditambah 1/3 (satu per tiga) dari maksimum ancaman pidana. Namun, hakim dalam menjatuhkan putusan tidak melihat pertimbangan mengenai Anak pelaku yang merupakan seorang residivis. Sehingga, pidana yang dijatuhkan oleh hakim terhadap Anak Pelaku masih rendah. Berdasarkan hal tersebut, maka seharusnya hakim dalam pertimbangan yuridisnya harus mempertimbangkan pula pasal yang mengatur mengenai seorang residivis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT The increase in criminal sanctions is an increase in the threat of criminal punishment against the perpetrator of a crime due to certain factors. One of the factors that increases criminal sanctions is recidivism or repetition of criminal acts. This study analyzes the maximum threat for child recidivists in the crime of sexual intercourse in Decision Number 35/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Clp how the judge's legal considerations were in deciding the case. This study uses a normative legal research method with prescriptive research specifications. The sources of legal materials used are primary and secondary legal materials. The method of collecting legal materials with literature studies. The analysis method used is qualitative normative and presented with narrative text. The results of this study indicate that the increase in criminal sanctions against a child recidivist in this case is in accordance with the provisions of Article 81 paragraph (4) of Law Number 17 of 2016 concerning the Stipulation of Perpu Number 1 of 2016, namely criminal sanctions plus 1/3 (one third) of the maximum criminal threat. However, the judge in making the decision did not consider the child of the perpetrator who was a recidivist. Thus, the sentence imposed by the judge on the child of the perpetrator was still low. Based on this, the judge in his legal considerations should also consider the articles regulating a recidivist. |
| Kata kunci | Kata kunci: Pemberatan Sanksi Pidana; Residivis Anak; Tindak pidana Persetubuhan |
| Pembimbing 1 | Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Rani Hendriana, S.H., M.H. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2025-03-13 09:20:18.648473 |